Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Sejumlah pekerja berjalan usai bekerja dengan latar belakang gedung perkantoran di Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (16/4/2020). Pemprov DKI Jakarta akan memberikan sanksi berupa mencabut perizinan kepada perusahaan yang tetap beroperasi di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kecuali delapan sektor yang memang diizinkan. - ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Premium

Mampukah Memulihkan Ekonomi dengan Kenormalan Baru?

27 Mei 2020 | 15:24 WIB
Rencana kenormalan baru dari pemerintah disambut dengan berbagai reaksi. Pemulihan ekonomi menjadi tujuan utama.

Bisnis.com, JAKARTA — Rencana pemerintah untuk masuk ke new normal alias kenormalan baru disambut dengan sejumlah strategi oleh para pengusaha. Namun, risiko tetap ada karena kasus positif Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah.

Pada Selasa (26/5/2020), Presiden Joko Widodo memantau langsung persiapan pelaksanaan protokol kesehatan di pusat perbelanjaan di Bekasi dan Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia Jakarta.

Dia menegaskan untuk menuju kenormalan baru, pemerintah akan mengacu pada data-data di lapangan. Artinya, wilayah yang berstatus zona merah dapat menerapkan new normal setelah mencatat angka penularan yang rendah.

“Produktif dan aman dari Covid-19. Ini yang kita inginkan,” ujar Jokowi.

Pemerintah telah menyusun protokol kesehatan untuk kenormalan baru dengan menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan No. hk.01.07/menkes/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Dunia usaha pun mulai menyiapkan sejumlah strategi untuk merespons kebijakan tersebut. Di sektor transportasi, Ketua DPP Organda Adrianto Djokosoetono menuturkan para pengusaha angkutan darat, baik barang maupun penumpang, mesti bersiap menghadapi kenormalan baru dengan melakukan sejumlah inovasi.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top