Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bank Sentral Thailand Bersiap Pangkas Suku Bunga Acuan

Bank sentral Thailand bakal memangkas suku bunga acuannya untuk menyelamatkan ekonomi Negeri Gajah Putih
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 Mei 2020  |  12:59 WIB
Foto Raja Maha Vajiralongkorn dipasang di luar kuil Wat Suthat menjelang penobatannya secara resmi di Bangkok, Thailand, Jumat (3/5/2019). - Reuters/Jorge Silva
Foto Raja Maha Vajiralongkorn dipasang di luar kuil Wat Suthat menjelang penobatannya secara resmi di Bangkok, Thailand, Jumat (3/5/2019). - Reuters/Jorge Silva

Bisnis.com, JAKARTA— Bank sentral Thailand bersiap memangkas suku bunga acuan untuk menyelamatkan ekonomi Negeri Gajah Putih itu akibat virus corona.

Dikutip dari Bloomberg, Rabu (20/5/2020), kontraksi ekonomi di Thailand telah menyentuh fase terburuknya. Namun, dari survey yang dilakukan oleh Bloomberg, hanya tiga dari 24 ekonom yang memproyeksikan pemangkasan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke 0,5 persen.

Pemangkasan suku bunga tersebut akan menambah deretan aksi pangkas suku bunga yang telah dilakukan pada Februari dan Maret. Dengan ruang pemangkasan suku bunga yang semakin terbatas, pembuat kebijakan mungkin harus mempertimbangkan instrumen lain untuk memberikan perangsang fiskal.

Ekonomi Thailand diprediksi turun 5 persen hingga 6 persen tahun ini akibat depedensinya terhadap sektor pariwisata dan niaga yang kini terhantam pandemi virus corona.

Dengan inflasi yang berada di wilayah negatif, suku bunga riil berada di level 3,74 persen menjadi salah satu yang tertinggi di dunia dan bank sentral masih memiliki ruang untuk kembali melakukan pelonggaran moneter. Namun, bila bank sentral memilih untuk memangkas suku bunga 0,5 persen, ruang yang tersisa semakin terbatas.

Aspek pertumbuhan ekonomi juga menjadi konsen bank sentral Thailand dengan kontraksi ekonomi sebesar 1,8 persen pada kuartal I/2020 yang merupakan kontraksi perdana sejak 2014. 

Sektor pariwisata yang pada kondisi normal berkontribusi sebesar seperlima terhadap ekonomi, sekarang tertekan karena menanti kepastian pemerintah membuka kembali akses turis internasional ke Thailand. Kendati pelonggaran karantina wilayah dilakukan, ekonomi justru kian melambat akibat aktivitas konsumen dan bisnis yang belum pulih.

Bulan lalu, bank sentral Thailand mengkaji opsi lain seperti pembelian aset besar-besaran dan kontrol kurva imbal hasil jika diperlukan. Berdasarkan data worldgovernmentbonds, suku bunga acuan Thailand kini berada di level 0,75 persen dan imbal hasil surat utang pemerintah denominasi baht bertenor 10 tahun memiliki imbal hasil 1,09 persen.

Sebelumnya, Bank Indonesia justru membuat keputusan mengejutkan dengan mempertahankan suku bunga acuan di level 4,5 persen. Padahal, investor telah berharap agar pemangkasan suku bunga acuan bisa terpangkas lagi. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

thailand suku bunga acuan
Editor : Duwi Setiya Ariyanti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top