Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Update Covid-19: Perkembangan Tes Vaksin Jadi Angin Segar

Angka kematian akibat virus corona  penyebab Covid-19 di Amerika Serikat (AS) melampaui 91.000 korban jiwa, dengan jumlah kasus infeksi mencapai 1,55 juta kasus.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 19 Mei 2020  |  07:44 WIB
Ilustrasi vaksin virus corona - istimewa
Ilustrasi vaksin virus corona - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Angka kematian akibat virus corona  penyebab Covid-19 di Amerika Serikat (AS) melampaui 91.000 korban jiwa, dengan jumlah kasus infeksi mencapai 1,55 juta kasus.

Dikutip dari www.worldometers.info, jumlah kasus Covid-19 di AS mencapai total 1.550.083 hingga Senin (18/5/2020) malam waktu setempat atau Selasa (19/5) pagi WIB.

Sebanyak 22.419 pasien baru bertambah dalam 24 jam terakhir. Di antara total jumlah kasus tersebut, 355.677 orang dinyatakan sembuh dan 91.976 pasien meninggal dunia.

Negara bagian New York masih menduduki peringkat pertama jumlah infeksi di AS yang mencapai 361.263 kasus, dengan 1.416 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Sementara itu, negara bagian Illionis mencatat penambahan kasus harian terbesar yang mencapai 2.294 dalam 24 jam terakhir.

Semakin banyak negara bagian di AS yang melakukan pelonggaran pembatasan. Gubernur Texas Greg Abbott mengumumkan perluasan pembukaan aktivitas perekonomian pada Senin dengan mengijinkan pusat penitipan anak dibuka kembali dan bar serta kebun binatang akan menyusul Jumat mendatang.

“Kamp pemuda dan olahraga apa pun tanpa penonton langsung dapat dibuka pada akhir bulan,” ungkap Abbott, seperti dikutip Bloomberg.

Sementara itu, bursa saham global melonjak pada Senin menyusul kabar terbaru dari pengujian vaksin virus corona oleh Moderna Inc. yang menunjukkan tanda-tanda awal respons positif sistem kekebalan yang dapat membantu mencegah infeksi virus.

Sementara itu, Presiden China Xi Jinping mengatakan negaranya akan mengembangkan dan memproduksi vaksin virus corona untuk negara-negara lain.

Xi berbicara kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sehari setelah seorang pejabat senior AS menuduh Beijing mengirim orang bepergian ke berbagai negara untuk menyebarkan virus corona di seluruh dunia.

Angka-angka terbaru yang dilaporkan oleh AS masih menjadikan negeri berekonomi terbesar di dunia itu sebagai negara dengan jumlah kasus dan korban jiwa terbanyak di dunia akibat Covid-19.

Sementara itu, jumlah kasus Covid-19 di seluruh dunia mencapai total 4.887.919 hingga Selasa pagi WIB. Sebanyak 1.904.540 orang di antara jumlah tersebut dinyatakan berhasil sembuh, 319.960 pasien meninggal dunia, dan 2.663.419 pasien masih terinfeksi.

Berturut-turut menyusul banyaknya jumlah kasus di AS adalah Rusia, Spanyol, Brasil, dan Inggris (lihat tabel).

Dari sisi jumlah korban jiwa, menyusul Amerika Serikat, Inggris mencatat angka kematian tertinggi yakni 34.796 orang, disusul Italia, Prancis, dan Spanyol.

Virus ini sendiri telah menyebar ke total 213 negara di dunia. Di Indonesia, virus corona tercatat telah menginfeksi 18.010 orang, dengan 1.191 pasien di antaranya meninggal dunia dan 4.324 orang sembuh.

Update Virus Corona 10 Negara Teratas
NegaraJumlah Kasus TerbanyakJumlah Korban JiwaJumlah Pasien Sembuh
Amerika Serikat1.550.08391.976355.677
Rusia290.6782.72270.209
Spanyol278.18827.709196.958
Brasil255.36816.853100.459
Inggris246.40634.796N/A
Italia225.88632.007127.326
Prancis179.92728.23961.728
Jerman177.2898.123154.600
Turki150.5934.171111.577
Iran122.4927.05795.661

Sumber: worldometers

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vaksin Virus Corona
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top