Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kisruh TVRI, Anggota Dewas Soal Pemecatan 3 Direktur: Saya Tidak Diajak Bicara

Meski berstatus anggota Dewas, Supra mengaku tak diajak urun pendapat terkait kebijakan pemecatan tiga Direktur TVRI.
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com 14 Mei 2020  |  19:21 WIB
Gedung TVRI di Jakarta. - Antara
Gedung TVRI di Jakarta. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Anggota Dewan Pengawas TVRI Supra Wimbarti mengaku tidak diajak urun rembuk terkait kebijakan pemecatan tiga orang direktur TVRI.

Supra juga sempat mengingatkan anggota Dewas yang lain agar membatalkan keputusan ini sebelum pemecatan itu akhirnya dikritisi oleh Komisi I DPR-RI.

"Untuk pemecatan ini, saya saja tidak diajak bicara. Sebelum dipecat, mereka mengeluarkan Surat Pemberitahuan Rencana Pemecatan [SPRP], itu juga saya tentang. Mereka sudah saya ingatkan bahwa dasarnya tidak kuat, tapi tetap nekad," ujar Supra saat dikonfirmasi Bisnis, Kamis (14/5/2020).

Adapun tiga sosok yang jadi sasaran pemecatan adalah Direktur Program dan Berita Apni Jaya Putra, Direktur Keuangan Isnan Rahmanto, dan Direktur Umum Tumpak Pasaribu.

Akibat pencopotan tiga nama tersebut, Komisi I DPR-RI sempat meminta klarifikasi dari Ketua Dewas Arief Hidayat. Mereka lantas mendesak agar Dewas menganulir pemecatan itu.

Sayangnya, Dewas tak mengubah sikapnya. Alhasil Komisi I DPR-RI pun mengeluarkan rekomendasi pemberhentian Arief pada Selasa (12/5/2020) kemarin.

"Komisi I sudah mengeluarkan rekomendasi pemberhentian terlebih dahulu terhadap Ketua Dewas pada hari Senin 11 Mei 2020, sambil mengevaluasi kinerja anggota dewas lainnya," papar anggota Komisi I Fraksi PDIP Charles Honoris dalam keterangan tertulis, Rabu (13/5/2020). 

Konflik antara DPR dan Dewas seolah memperpanjang drama kisruh TVRI sejak awal tahun. Sebelumnya, tensi sempat memanas karena Dewas memberhentikan Direktur Utama TVRI Helmy Yahya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tvri helmy yahya
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top