Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pangan Lokal Papua, dari Sagu, Petatas, hingga Pokem Laris Manis

Dinas Pertanian dan Ketahanan Provinsi Papua selama masa pandemi gencar membeli berbagai hasil pangan lokal dari masyarakat asli Papua.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 10 Mei 2020  |  14:01 WIB
Pangan lokal Papua berupa petatas dan keladi siap dibagikan kepada warga terdampak virus corona di Kampung Yoka, Kota Jayapura. - Antara Papua/Muhsidin
Pangan lokal Papua berupa petatas dan keladi siap dibagikan kepada warga terdampak virus corona di Kampung Yoka, Kota Jayapura. - Antara Papua/Muhsidin

Bisnis.com, JAYAPURA — Pangan lokal Papua pada masa pandemi virus corona atau Covid-19 banyak dicari warga asli Papua dalam upaya mempertahankan kehidupan budaya masyarakat adat di wilayah Indonesia bagian timur tersebut.

Beraneka pangan lokal yang dimiliki alam Papua yang mempunyai kekayaan kandungan gizi seperti sagu, ubi jalar/petatas, keladi, pokem (sejenis gandum) serta berbagai jenis sayur-mayur merupakan kebutuhan pokok sehari-hari yang paling diandalkan warga asli Papua pada masa pandemi Covid-19.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Provinsi Papua selama masa pandemi gencar membeli berbagai hasil pangan lokal dari masyarakat asli Papua untuk kembali dibagikan kepada masyarakat terdampak virus corona di berbagai kampung dan distrik.

Program pembagian bantuan sosial sembako bagi warga terdampak Covid-19 disalurkan Pemprov Papua di berbagai kampung dan distrik telah memberi pangan lokal sebagai makanan wajib.

Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal menganjurkan supaya warga asli Papua di berbagai kampung dan distrik harus mulai menanam pangan lokal seperti keladi, sagu dan ubi jalar/petatas hingga berbagai jenis sayur-mayur.

Pada masa pencegahan pandemi saat ini, menurutnya, program menanam pangan lokal warga asli Papua sangat didukung pemerintah daerah karena mampu menghasilkan kebutuhan makanan bagi masyarakat.

Klemen mengakui alam tanah Papua yang sangat kaya dan luas harus bisa dimanfaatkan warga orang asli Papua sebagai tempat untuk menghasilkan kebutuhan pangan kebutuhan lokal masyarakat.

"Dengan menanam pangan local, masyarakat Papua bisa menghasilkan beragam jenis kebutuhan makan keluarga. Ini secara tidak langsung dapat mengurangi ketergantungan bahan pokok beras," katanya.

Dia berharap agar masyarakat Papua di berbagai kampung dan distrik untuk mulai menggalakkan pemanfaatan halaman lingkungan rumah dengan menanam tanaman.

Sementara itu, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw mengatakan bahwa selama masa pembatasan social, warga diharapkan dapat memanfaatkan waktu mengelola lahan untuk berkebun.

"Lebih baik kembali ke alam dengan mengelola apa yang sudah Tuhan berikan ya, salah satunya berkebun sebab bisa jadi sumber pendapatan dari berkebun untuk memenuhi keberlangsungan hidup," katanya.

Bupati Mathius juga mengatakan, pemerintah melalui instansi teknis akan sangat merespons semua usaha positif yang dilakukan warga, seperti di bidang pertanian keladi, petatas, kakao, beragam jenis sayuran serta budi daya ikan keramba.

"Manfaatkan perkarangan halaman rumah dengan menanam pangan lokal ya, dengan situasi Covid-19 saat ini warga asli Papua harus mengurangi ketergantungan bahan pokok dari luar Papua."

Beberapa kebutuhan pangan lokal di tengah situasi pandemi Covid-19 seperti keladi, petatas dan sagu, ubi singkong menjadi camilan makanan yang telah populer karena sudah diminati berbagai kelompok masyarakat yang dijual bebas di pasar tradisional maupun pasar modern di Kota Jayapura.

Harga pangan lokal berupa keladi dijual bervariasi di pasar dijual Rp30.000 hingga Rp50.000/onggok, ubi jalar/petatas dijual Rp40.000 hingga Rp50.000/onggok, sedangkan sagu dijual Rp25.000 hingga Rp30.000/plastik dan sayur-mayur Rp10.000/ikat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

papua Virus Corona

Sumber : Antara

Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top