Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pabrik Terpapar Corona, Manajemen Bantah Ada Penarikan Rokok Sampoerna

Perusahaan rokok Hanjaya Mandala Sampoerna menegaskan tidak ada penarikan rokok Sampoerna di pasar.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 10 Mei 2020  |  15:45 WIB
Kantor HM Sampoerna.  - HM Sampoerna
Kantor HM Sampoerna. - HM Sampoerna

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten rokok PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (HMSP) mengumumkan hingga saat ini tidak ada penarikan rokok Sampoerna di pasaran pasca konfirmasi kasus infeksi virus corona (Covid-19) yang menyerang karyawan perseroan.

Dikutip dari laman media sosial yang dikonfirmasi langsung oleh perseroan, Direktur Penjualan HM Sampoerna Ivan Cahyadi menghimbau semua pihak untuk berhati-hati terhadap oknum yang mengatasnamakan perusahaan.

“Kami menghimbau semua pihak untuk berhati-hati bahwa siapapun yang mengaku perwakilan dari perusahaan atau instansi tertentu untuk menarik produk Sampoerna adalah tindakan penipuan oknum yang tidak bertanggungjawab dan dapat berimplikasi secara hukum,” jelas Ivan dikutip dari laman instagram resmi perseroan @insidesampoerna, Jumat (8/5/2020).

Dikutip dari sumber yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Heru Tjahjono juga telah menegaskan hal yang serupa yakni tidak ada penarikan rokok Sampoerna dari pasaran.

Penjelasan secara ilmiah terkait lama hidup virus yang menempel di benda mati atau kering juga telah disampaikan oleh para ilmuwan dan peneliti yang ahli di bidangnya.

Sehingga langkah strategis yang dilakukan Sampoerna adalah mengkarantina produk selama 5 hari sebelum pendistribusian atau hampir 2 kali lebih lama dari yang dianjurkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Eropa (European CDC).

“Dengan standar prosedur ketat ini, kami tegaskan bahwa tidak ada penarikan rokok Sampoerna dari pasaran,” tulis manajemen dalam laman instagramnya.

PENUNDAAN PAPARAN PUBLIK

Di samping itu, perseroan juga mengumumkan penundaan pelaksanaan paparan publik tahunan (public expose) yang awalnya direncanakan pada Senin (18/5/2020) mendatang.

Dikutip dari surat keterangan yang ditandatangani oleh Sekretaris Perusahaan Bambang Priambodo di laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (9/5/2020), rencana pelaksanaan paparan publik yang harusnya dilaksanakan pada bulan ini ditunda.

“Perseroan menyampaikan akan menunda pelaksanaan public expose sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut,” tulis manajemen dikutip dari surat keterangannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sampoerna pabrik rokok Virus Corona
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top