Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus KSP Indosurya Cipta: HS dan SA Diduga sebagai Aktor Intelektual

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri membeberkan peran dua tersangka kasus penipuan, penggelapan dan bank ilegal koperasi simpan pinjam (KSP) Indosurya Cipta.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 06 Mei 2020  |  08:35 WIB
Tersangka HS dan SA diduga menjadi aktor intelektual kasus KSP Indosurya Cipta. Keduanya kini telah dicegah untuk bepergian ke luar negeri. - Jibiphoto
Tersangka HS dan SA diduga menjadi aktor intelektual kasus KSP Indosurya Cipta. Keduanya kini telah dicegah untuk bepergian ke luar negeri. - Jibiphoto

Bisnis.com, JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri membeberkan peran dua tersangka kasus penipuan, penggelapan dan bank ilegal koperasi simpan pinjam Indosurya Cipta.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Asep Adisaputra mengatakan kedua tersangka HS dan SA diduga sebagai aktor intelektual kasus KSP Indosurya Cipta. Keduanya kini telah dicegah untuk bepergian ke luar negeri.

"Kedua tersangka ini memiliki peran sangat penting dalam kasus itu. Keduanya juga bisa dikatakan sebagai aktor intelektual terjadinya kasus tersebut," tutur Asep, Rabu (6/5/2020).

Asep menambahkan, tidak tertutup kemungkinan tim penyidik menetapkan tersangka baru dalam kasus itu. 

"Tim penyidik berpotensi menetapkan tersangka baru dalam kasus ini," kata Asep.

Saat ini tim masih melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Para saksi mengetahui peristiwa tindak pidana penggelapan, penipuan dan bank ilegal tersebut.

Menurut Asep, dua orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dijerat dengan Pasal 46 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998. tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan.

Pasal tersebut terkait dengan pelanggaran yaitu menghimpun dana dari masyarakat tanpa ada izin dari Bank Indonesia.

"Ancaman pidana minimalnya 5 tahun, maksimal 15 tahun dan denda paling sedikit Rp10 miliar dan maksimal Rp20 miliar," ujar Asep.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penipuan penggelapan
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top