Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Achmad Yurianto: Jangan Jauhi Tetangga Yang Terindikasi Covid-19

Yuri meminta tiap masyarakat saling membantu. Bila ada tetangga yang diduga terpapar Corona dan tengah mengkarantina diri, warga lain diharap membantu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 29 April 2020  |  16:08 WIB
Ilustrasi vaksin virus corona - istimewa
Ilustrasi vaksin virus corona - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Jumlah pasien positif virus Corona (Covid-19) di Indonesia masih terus bertambah dari hari ke hari. Namun, kapasitas rumah sakit di Tanah Air tak selamanya mencukupi untuk menampung semua pasien, baik ODP, PDP, maupun yang positif.

Oleh karena itu, kesadaran masyarakat untuk melakukan karantina mandiri di rumah, diharapkan dapat terwujud. Masalahnya, tak semua dapat bersikap toleran terhadap cara demikian.

Pemerintah pun berharap bahwa masyarakat dapat saling tolong menolong bagi mereka yang dinyatakan sebagai PDP atau bahkan positif tapi melakukan karantina mandiri.

"Kita dalam posisi yang memerlukan toleransi cukup besar. Rasa tolong menolong yang kita harus muncul pada semua orang pada masa yang sulit ini," ucap Juru Bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto.

Yuri, begitu ia biasa disapa, berharap apabila ada tetangga yang menunjukkan gejala terpapar Covid-19, para tetangganya jangan justru menjauh dan mengucilkan. 

"Kita bantu pemenuhan kebutuhan mereka agar tidak keluar rumah, mari kita yang sehat meindungi yang sakit," ucap Yuri.

Dengan cara gotong royong serta disiplin mengikuti imbauan pemerintah, Yuri berharap pandemi ini dapat segera berakhir. "Kita harapkan siapapun tetap menjaga agar pandmei ini bisa kita kendalikan dan kembali normal," ucapnya.

Hingga hari ini tercatat kasus positif Corona di Indonesia mencapai 9.771 orang. Sedangkan yang dinyatakan meninggal mencapai 784 orang. Di sisi lain, pasien yang sembuh berada di angka 1.391.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19
Editor : Andya Dhyaksa

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top