Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

DAMPAK CORONA : Keluh Kesah Bill Heinecke, si Pemilik 530 Hotel

Bill Heinecke dan keluarganya memiliki 33% Minor International, yang melaporkan laba bersih 10,7 miliar baht ($330 juta) pada 2019.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 April 2020  |  09:13 WIB
Bill Heinecke. - Bloomberg
Bill Heinecke. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA — Selama puluhan tahun berkarier dan berbisnis di bidang perhotelan, Bill Heinecke telah melalui semua suka duka dalam menjalankan usaha tersebut, mulai krisis keuangan Asia dan global, SARS, dan kudeta militer di rumah adopsinya, Thailand. Namun, pandemi saat ini berada di puncak semua itu.

Minor International Pcl., kelompok usaha perhotelan yang didirikan oleh taipan di Bangkok itu, telah meliburkan ribuan pekerja dan menutup sementara sebagian besar dari 530 propertinya di Asia Pasifik, Timur Tengah, Afrika, Eropa dan Amerika. Beberapa dari hotel yang masih buka telah dirancang ulang sebagai rumah sakit.

"Ini bukan resesi ekonomi, ini adalah depresi. "Industri perjalanan pasti akan berubah setelah ini, tetapi itu tidak akan hilang," kata Heinecke (70) yang lahir di AS tetapi menjadi warga negara Thailand dalam sebuah wawancara, Rabu (23/4/2020).

Menurutnya seperti dikutip dari Bloomberg, Sabtu (25/4/2020) krisis virus corona akan mengubah bisnis keramahtamahan itu karena hotel-hotel berada di bawah pengawasan yang lebih ketat untuk standar kebersihan dan kesehatan, meningkatkan biaya membersihkan kamar, tempat tidur, dan menyediakan makanan yang lebih bersih.

Asosiasi Perjalanan AS—yang mewakili maskapai penerbangan, perusahaan transportasi lain, atraksi lokal dan biro pariwisata—memperkirakan bahwa pendapatan yang hilang dapat mencapai US$520 miliar pada akhir tahun.

Heinecke menuturkan bahwa setelah pandemi mereda, pariwisata domestik diperkirakan lebih dulu pulih dibandingkan dengan pariwisata internasional. Negara-negara seperti China dan Korea Selatan lebih cenderung mengalami rebound sebelum Eropa dan AS karena kasus harian yang dikonfirmasi berkurang di Asia.

"Akan ada cukup banyak permintaan terpendam untuk perjalanan saat ini selesai," kata Heinecke

Dia menambahkan bahwa operasi hotel di China sudah menunjukkan tanda-tanda awal kebangkitan.

Ketika permintaan kembali meningkat, pelanggan akan memilih merek hotel yang menerapkan tindakan pencegahan kesehatan, makanan, dan keselamatan yang diperlukan. Para pelanggan mungkin menghindari apartemen pribadi atau daftar akomodasi pribadi daring.

Bisnis Heinecke mencakup hotel dan restoran cepat saji. Merek-merek hotelnya meliputi resor mewah Anantara dan Avani. Perusahaan juga mengoperasikan merek lain, seperti beberapa properti Four Seasons.

Heinecke mengatakan bahwa akuisisi NH Hotel Group pada 2018 senilai 2,3 miliar euro (US$2,5 miliar) mengubah Minor International menjadi perusahaan perhotelan yang benar-benar global. Tahun ini perusahaan telah menangguhkan semua investasi yang signifikan untuk menghemat uang.

Heinecke menyerahkan paspor AS pada 1990-an untuk menjadi warga negara Thailand.

Dia dan keluarganya memiliki 33% Minor International, yang melaporkan laba bersih 10,7 miliar baht ($330 juta) pada 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hotel Virus Corona

Sumber : bloomberg

Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top