Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Berburu Reagen untuk Deteksi Virus Corona

Inti dari upaya besar menguji orang secara massal tidak hanya untuk melihat siapa yang terinfeksi, tetapi juga untuk menemukan siapa pun dengan antibodi yang menandakan infeksi di masa lalu dan kemungkinan kebal.
1

Tanpa Reagen, Tak Ada Tes yang Andal

Tenaga medis bekerja dalam proses polymerase chain reaaction (PCR) di laboratorium. - Tstimewa
Tenaga medis bekerja dalam proses polymerase chain reaaction (PCR) di laboratorium. - Tstimewa

Menguji orang yang tepat adalah aspek penting dalam pandemi apa pun. Selain menyelamatkan nyawa, pengujian luas dapat menyediakan data penting yang diperlukan untuk memodelkan jalannya wabah.

Namun, persoalannya reagen kurang disebabkan  permintaan mendadak, larangan ekspor, dan penimbunan. Kelangkaan ini diperparah oleh masalah-masalah seperti kapasitas produksi terbatas dan pasar yang didominasi oleh hanya beberapa perusahaan.

"Hambatannya adalah bahwa pada dasarnya ada enzim khusus dan primer khusus yang harus Anda buat," ujar Davey Smith, salah satu direktur Pusat Nasional Penelitian Kesehatan untuk Penelitian AIDS (CFAR), seperti dikutip dari www.rferl.org pada 18 April 020

Tanpa reagen, tidak ada tes yang andal.

Inti dari upaya besar menguji orang secara massal tidak hanya untuk melihat siapa yang terinfeksi, tetapi juga untuk menemukan siapa pun dengan antibodi yang menandakan infeksi di masa lalu dan kemungkinan kebal.

 Tes virus corona berbasis RT-PCR dimulai dengan swab untuk mengumpulkan bahan genetik yang kemudian diekstraksi dengan polimerase di laboratorium. Untuk tes ini dibutuhkan dua jenis reagen, yaitu reagen pra-PCR dan reagen PCR.

2 dari 5 halaman

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona
Editor : Nancy Junita
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top