Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tak Dilaporkan ke WHO, Ini Tujuan Pendataan ODP dan PDP

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan bahwa pencatatan ODP dan PDP dilakukan dengan menghimpun data dari setiap provinsi.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 23 April 2020  |  17:47 WIB
Petugas medis mengambil sampel spesimen saat swab test virus corona Covid-19 secara drive thru di halaman Laboratorium Kesehataan Daerah (Labkesdan) Kota Tangerang, Banten, Senin (6/4/2020)./Antara - Fauzan
Petugas medis mengambil sampel spesimen saat swab test virus corona Covid-19 secara drive thru di halaman Laboratorium Kesehataan Daerah (Labkesdan) Kota Tangerang, Banten, Senin (6/4/2020)./Antara - Fauzan

Bisnis.com, JAKARTA — Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 terus melaporkan perkembangan mengenai jumlah orang dalam pemantauan dan pasien dalam pengawasan selama pandemi virus Corona atau Covid-19. 

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan bahwa pencatatan orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) dilakukan dengan menghimpun data dari setiap provinsi.

“[Data ODP dan PDP] bukan bagian dari data pelaporan ke WHO, tetapi untuk menggambarkan keadaan di tingkat nasional maupun global,” kata Yuri dalam konferensi pers, Kamis (23/4/2020). 

Yuri mengungkapkan bahwa data ODP dan PDP akan digunakan untuk menentukan kinerja pemerintah dalam penanganan Covid-19. 

“Data tersebut untuk menentukan langkah-langkah penanganan Covid-19 misalnya sebagai acuan data dalam distribusi APD, distribusi reagen, menentukan jumlah kebutuhan relawan dan lain-lain,” jelasnya.

Menurutnya, ODP dan PDP akan dinyatakan Covid-19 hanya jika sudah ada konfirmasi dari hasil pemeriksaan antigen melalui metode real time PCR.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat jumlah orang dalam pemantauan Covid-19 hingga Kamis siang (23/4/2020) mencapai 195.948 orang dan pasien dalam pengawasan berjumlah 18.283 orang. 

Untuk ODP tercatat mengalami peningkatan 2.197 orang sehingga totalnya menjadi 195.948 orang. Adapun, untuk PDP ada penambahan 529 orang sehingga totalnya menjadi 18.283 orang. 

"PDP 18.283 ini adalah data akumulatif yang dikumpulkan dari seluruh Dinkes di Indonesia. Kelompok ini akan kami prioritaskan pengecekan laboratorium,” kata Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers, Kamis (23/4/2020). 

Untuk ODP, Yuri mengatakan bahwa sebagian besar diantaranya sudah selesai dalam masa pemantauan. 

Selain itu, dia menyebutkan bahwa 43 laboratorium telah bekerja aktif untuk memeriksa spesimen Covid-19. Dia mengatakan penambahan laboratorium akan dilakukan begitu reagen sampai di beberapa laboratorium.  

“Beberapa laboratorium akan ditambahkan begitu reagen dari negara lain sudah bisa kita terima,” ujarnya. 

Dia menjelaskan bahwa spesimen yang diperiksa sampai saat ini totalnya mencapai 59.935 spesimen. Dari total tersebut, yang telah diperiksa sebanyak 48.647 orang.  

Dari jumlah tersebut, terakumulasi hasil positif terinfeksi virus Corona yang didapatkan adalah sebanyak 7.774 orang dan hasil negatif 40.872 orang. 

Dari kasus positif, Yuri menyampaikan bahwa terdapat 960 orang yang telah dinyatakan sembuh dan 647 orang meninggal. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top