Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pelanggaran PSBB Tinggi, Polri Minta Masyarakat Ikuti Aturan

Masih banyak masyarakat yang belum memahami sepenuhnya pemberlakuan PSBB sebagai cara memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 23 April 2020  |  16:54 WIB
Petugas gabungan dari kepolisian, TNI dan Satpol PP memantau pengendara yang melintas di depan Kantor Polisi Polsek Metro Tanah Abang, JakartaPusat pada pelaksanaan hari kelima pembatasan sosial berskala besar (PSBB), Selasa (14/4/2020). JIBI - Bisnis/Andi M Arief
Petugas gabungan dari kepolisian, TNI dan Satpol PP memantau pengendara yang melintas di depan Kantor Polisi Polsek Metro Tanah Abang, JakartaPusat pada pelaksanaan hari kelima pembatasan sosial berskala besar (PSBB), Selasa (14/4/2020). JIBI - Bisnis/Andi M Arief

Bisnis.com, JAKARTA - Polri mengakui masih banyak masyarakat yang belum memahami sepenuhnya pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai cara memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Hal ini terbukti dari masih tingginya tingkat pelanggaran terhadap pelaksanaan PSBB yang telah diberlakukan di sejumlah daerah. PSBB telah dijadikan kebijakan, namun masih banyak yang belum sadar sepenuhnya bagaimana cara memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Mohammad Iqbal, dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (23/4/2020).

Kadiv Humas Polri juga mengatakan hal yang sama dalam sambutannya pada cara Focus Group Discussion (FGD) Webiner Series/Seminar Online di Jakarta kemarin. FGD itu dilakukan dengan menggunakan aplikasi zoom dengan melibatkan mahasiswa, dosen, pengemudi ojol dan pelaku usaha mikro.

Seminar yang mengangkat tema 'Strategi Pelibatan Masyarakat Sebagai Solusi Dalam Menangkal Ancaman Kamtibmas di Masa Pandemi Covid-19' itu menghadirkan narasumber Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol. Risyapudin Nursin, Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, Dosen Pasca Sarjana Univ. Pelita Harapan Emrus Sihombing dan Staf Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin.

Kadiv Humas Polri juga mengingatkan, upaya TNI-Polri bersama pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 tidak akan optimal apabila tidak dibantu oleh masyarakat.

Menurut Mohammad Iqbal, diperlukan kedisiplinan persatuan melaksanakan kebijakan pemerintah, mulai dari mengikuti imbauan-imbauan pemerintah dan ikut serta dalam memelihara kondisi saat ini agar semakin kondusif.

“Mari kita bergotong royong untuk saling mendukung kebijakan saat ini, mudah-mudah ketenangan dan kesabaran kita saat ini akan menjadi berkah bagi kita dan bagi bangsa ini,” ucap Iqbal.

Hal Senada juga disampaikan dengan Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono. Dalam paparannya pada seminar itu, pihaknya menyoroti maraknya penyebaran berita Covid-19 yang justru membuat masyarakat merasa sedih.

Dia mengingatkan kondisi ini bisa berdampak pada merosotnya imunitas masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19.

"Jangan sampai masyarakat itu ketakutan melihat informasi-informasi, infonya itu yang sedih, jangan. Bagaimana kematian, itu yang ditampilkan, bukan seperti itu,” pinta Argo.

Dia berharap berharap agar media, baik media mainstream maupun media sosial, lebih banyak menampilkan bagaimana yang gembira, karena dengan gembira, imun akan naik.

Sementara itu, Staf Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin mengingatkan perlunya orang-orang yang berwenang memberikan pernyataan dan berkomunikasi dengan para pemangku kepentingan terutama media massa terkait penyebaran wabah Covid-19.

“Keengganan untuk berkomunikasi dengan pemangku kepentingan akan menimbulkan kesan bahwa negara tertutup, berusaha menyembunyikan sesuatu atau tidak mempu menangani krisis,” ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polri Virus Corona covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top