Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

7 Laboratorium Covid-19 Bekerja di Bawah Peforma, Ini Penyebabnya

Terdapat tujuh laboratorium jejaring Kementerian Kesehatan untuk pemeriksaan spesimen Covid-19 yang bekerja di bawah performa.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 21 April 2020  |  17:44 WIB
Ilustrasi: Petugas medis mengambil sampel spesimen saat swab test virus corona Covid-19 secara drive thru di halaman Laboratorium Kesehataan Daerah (Labkesdan) Kota Tangerang, Banten, Senin (6/4/2020)./Antara - Fauzan
Ilustrasi: Petugas medis mengambil sampel spesimen saat swab test virus corona Covid-19 secara drive thru di halaman Laboratorium Kesehataan Daerah (Labkesdan) Kota Tangerang, Banten, Senin (6/4/2020)./Antara - Fauzan

Bisnis.com, JAKARTA – Terdapat tujuh laboratorium jejaring Kementerian Kesehatan untuk pemeriksaan spesimen Covid-19 yang bekerja di bawah performa.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan tujuh laboratorium itu tersebar di Surabaya, Palembang, dan Jakarta.

“Bukan berhenti beroperasi, hanya bekerja di bawah performa biasanya, karena kelambatan pasokan reagen,” ujarnya melalui pesan tertulis kepada Bisnis di Jakarta pada Selasa (21/4/2020).

Reagen adalah bahan kimia yang digunakan dalam suatu reaksi kimia dalam hal ini pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) untuk mendeteksi virus SARS-CoV-2 (Covid-19).

Untuk yang berlokasi di Jakarta, dia menyebutkan dua laboratorium yang bekerja di bawah peforma adalah Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) dan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKL).

Meski demikian, dia mengutarakan besok ketujuh laboratorium jejaring tersebut akan kembali beroperasi seperti biasa. “Besok sudah on lagi.”

Seperti diberitakan sebelumnya, Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) DKI Jakarta mengaku dalam kondisi kelangkaan reagen untuk tes Covid-19.

Kepala Labkesda DKI Endra Muryanto pun berharap pemesanan reagen yang dilakukan pemerintah pusat terus berjalan ke depannya.

"Reagen memang paling urgen, karena sekarang itu mau alat, reagen, itu inden semua. Mereka [distributor] sudah sampai bilang tidak sanggup, janji saja ada pada Juni. Tapi, kan lama sekali, belum ada kepastian juga," ujarnya ketika dikonfirmasi Bisnis pada Selasa (21/4/2020).

Beruntung, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendapat 50.000 reagen dari Korea Selatan yang didistribusikan ke seluruh laboratorium jejaring Kementerian Kesehatan untuk tes Covid-19 seluruh Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top