Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

WHO : Virus Corona Baru Sepuluh Kali Lebih Mematikan Ketimbang Pandemi Flu Babi 2009

Director General WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan dalam sebuah konferensi virtual dari Jenewa, Swiss bahwa organisasi itu terus menerus belajar tentang virus baru yang melanda hampir seluruh negara di dunia.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 14 April 2020  |  08:42 WIB
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus

Bisnis.com, JAKARTA – World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa virus corona baru atau COVID-19 sepuluh kali lebih mamatikan daripada pandemi flu babi pada 2009 lalu. Untuk itu, diperlukan vaksin yang efektif untuk menghentikan pandemi global baru ini.

Director General WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan dalam sebuah konferensi virtual dari Jenewa, Swiss bahwa organisasi itu terus menerus belajar tentang virus baru yang melanda hampir seluruh negara di dunia.

Infeksi yang sangat menular ini telah menewaskan lebih dari 100.000 orang dengan lebih dari 1,9 juta kasus infeksi secara global.

“Kami tahu bahwa COVID-19 menyebar dengan cepat dan kami tahu itu mematikan, sepuluh kali lebih mematikan daripada pendemi flu 2009,” katanya seperti dikutip Daily Mail, Selasa (14/4).

Sebagai gambaran, COVID-19 telah menjangkit Amerika Serikat dan Inggris, dengan masing-masing menewaskan sebanyak 22.000 dan 11.000 orang. Sementara, flu babi ketika itu menewaskan sebanyak 12.000 warga Amerika Serikat dan 138 warga inggris.

WHO menyatakan dalam tingkatan persentase, COVID-19 telah membunuh 6,4 persen orang yang dites postif, sementara flu babi membunuh sekitar 1,1 persen dari mereka yang terinfeksi secara global. Tingkat kematian di AS karena COVID-19 mencapai 4 persen, sementara flu babi hanya berkisar 0,2 persen.

Ghebreyesus mengatakan bahwa saat ini beberapa negara mencatat peningkatan kasus sebesar dua kali lipat setiap 3 sampai 4 hari. Namun demikian, dia menekankan bahwa organisasi berkomitmen untuk melakukan pengujian dan melakukan upaya penanggulangan untuk mengendalikan virus.

Dia juga memperingatkan agar pemimpin dan pemerintahan negara mengambil langkah yang tepat dan hati-hati terkait upaya pencegahan virus.

Selain itu, dia juga menekankan langkah-langkah kontrol sosial yang lebih ketat untuk terus diterapkan, dan meminta negara untuk tidak terlalu mencabut atau meringankan upayanya terkait pencegahan penyebaran COVID-19.

“Keterhubungan global ini berarti memungkinkan risiko pengenalan kembali virus dan kebangkitan penyakit yang akan berlanjut,” ujarnya.

Terlepas dari upaya yang penjagaan sosial yang telah dilakukan, WHO mengakui bahwa pada akhirnya pengembangan dan pemberian vaksin yang aman dan efektif akan sangat diperlukan untuk sepenuhnya menghentikan transmisi penyebaran virus corona baru tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

who Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top