Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

RS UNS Bisa 50 Tes PCR Sehari, Layani Solo Raya, Semarang Raya, eks Karesidenan Pati

RS UNS Solo mulai melayani tes swab pasien dengan gejala Covid-19, Senin (13/4/2020). Dalam sehari, laboratorium RS tersebut bisa menguji 50 spesimen lendir hidung/tenggorokan.
Mariyana Ricky P.D/Akhmad Ludiyanto
Mariyana Ricky P.D/Akhmad Ludiyanto - Bisnis.com 14 April 2020  |  06:32 WIB
Tes swab untuk memeriksa virus corona (Covid-19) di rongga hidung. - istimewa
Tes swab untuk memeriksa virus corona (Covid-19) di rongga hidung. - istimewa

Bisnis.com, SOLO - RS UNS Solo mulai melayani tes swab pasien dengan gejala Covid-19, Senin (13/4/2020). Dalam sehari, laboratorium RS tersebut bisa menguji 50 spesimen lendir hidung/tenggorokan.

Spesimen tersebut akan diuji dengan metode polymerase chain reaction (PCR) sebagai tegakan diagnosis positif atau negatif tertular Virus Corona atau Covid-19.

Juru bicara Covid-19 Rumah Sakit (RS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Tonang Dwi Ardyanto, mengatakan cakupan layanan laboratorium RS UNS meliputi area Soloraya.

Selain itu juga wilayah eks karesidenan Semarang maupun Pati. Hasil uji PCR ditargetkan keluar keesokan harinya jika kondisi pemeriksaan wajar atau tidak ada pengulangan.

Namun, jika ada pengulangan, tempo pemeriksaan bisa lebih panjang. Teknisnya, spesimen untuk tes swab Covid-19 yang diterima RS UNS Solo sebelum pukul 12.00 WIB akan langsung dikerjakan hari itu juga.

Spesimen yang diterima sesudah pukul 12.00 WIB akan dikerjakan keesokan harinya. Hasil uji menjadi lebih cepat diterima pasien karena menghilangkan masa pengiriman spesimen.

Tonang menyampaikan laboratorium didukung beberapa lapis tenaga, meliputi dokter spesialis sebanyak empat orang, ahli biologi dua orang, dan analis laboratorium dua orang.

Selain itu, tenaga ahli ada delapan orang, di samping sejumlah staf pendukung. Alat dioperasikan sepekan penuh tanpa libur sehingga hasil tes swab Covid-19 di RS UNS Solo ditarget 350-an sampel per pekan.

“Kami menggunakan alat lama. Jadi kalau bisa mendapatkan tambahan alat baru, jumlahnya bisa lebih dari itu. Tapi, kami harus memastikan pasokan reagen dari Kementerian Kesehatan [Kemenkes]. Kalau keduanya lancar, target itu pasti terpenuhi,” kata dia saat dihubungi Solopos.com, Senin.

Ketersediaan Reagen

Ihwal alat pelindung diri (APD), ia menyebut stoknya mencukupi. Kendati begitu, RS UNS Solo terus mengusahakan agar stok terus terjaga sehingga tidak menghambat proses uji swab.

Selain APD, kendala yang bisa menghambat tes swab Covid-19 di RS UNS Solo adalah ketersediaan reagen. Menurut Tonang, reagen dikirim susul menyusul atau tak bisa disimpan terlalu lama.

Ia berharap saat uji swab dilakukan, ketersediaan reagen mencukupi. Namun, jika terjadi kekurangan, spesimen yang sudah diambil harus disimpan dalam ruang bersuhu -80 derajat Celcius hingga kedatangan reagen berikutnya.

“Ini kemungkinan yang tidak kami harapkan. Harapannya, bisa segera diperiksa, agar cepat disampaikan hasilnya,” ucap Tonang.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Yulianto Prabowo, mengatakan RS di wilayah Soloraya, eks Karesidenan Semarang dan Pati, sudah boleh mengirim spesimen ke laboratorium RS UNS Solo.

“RS-RS rujukan sudah diberi tahu soal itu, jadi spesimennya bisa langsung dikirim ke sana. Mereka juga harus saling koordinasi sesuai wilayah. Efektifnya, mulai hari ini [Senin],” ucapnya saat dihubungi terpisah.

Laboratorium tes swab PCR Covid-19 RS UNS berada di bawah koordinasi Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta. Begitu pula dan laboratorium lain se-Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Di Jawa Tengah, selain RS UNS, Kemenkes menunjuk tiga laboratorium rujukan, yakni RSUP dr Kariadi, RS Nasional Diponegoro. Selain itu Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor Dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uns Virus Corona covid-19

Sumber : Solopos.com

Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top