Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Suara Dentuman dari Krakatau, Ini Penyebabnya Terdengar hingga Depok-Bogor

Ahli vulkanologi yang juga mantan Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Surono mengatakan sumber dentuman bisa berasal dari letusan Gunung Anak Krakatau.
Hendri Tri Widi Asworo
Hendri Tri Widi Asworo - Bisnis.com 11 April 2020  |  09:52 WIB
Letusan Gunung Anak Krakatau terlihat dari foto udara yang diambil dari pesawat Cessna 208 B Grand Caravan milik Maskapai SusiAir di Selat Sunda, Minggu (23/12/2018). Bisnis - Nurul Hidayat
Letusan Gunung Anak Krakatau terlihat dari foto udara yang diambil dari pesawat Cessna 208 B Grand Caravan milik Maskapai SusiAir di Selat Sunda, Minggu (23/12/2018). Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Dini hari tadi, Sabtu (11/4/2020), warga kawasan Depok, Bogor, dan Tangerang Raya dihebohkan oleh suara dentuman sampai beberapa kali. Suara tersebut disinyalir berasal dari letusan Gunung Anak Krakatau.

Ahli vulkanologi yang juga mantan Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Surono mengatakan sumber dentuman bisa berasal dari letusan Gunung Anak Krakatau.

“Pada saat masyarakat mendengar dentuman bersamaan dengan letusan Gunung Anak Krakatau/GAK. Bisa terjadi bahwa suara dentuman dari GAK,” ujarnya melalui pesan singkat kepada Bisnis, Sabtu (11/4/2020).

Menurutnya, suara dentuman bisa terdengar karena suasana pada tengah malam sedang sepi. Oleh sebab itu, sambungnya, rambatan suara bisa terdengar hingga ke sejumlah daerah seperti Depok dan Bogor.

“Apalagi saat ini kondisi sepi tidak ada kendaraan lalu lalang, tidak ada kegiatan manusia dll. Sepiii. Bisa terjadi suara tersebu dari letusan GAK,” terangnya.

Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) sebelumnya menegaskan suara dentuman yang ramai dibahas di media sosial bukan berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

"Saya sudah konfirmasi petugas pos pengamatan, mereka tidak mendengar karena letusannya juga kecil," kata Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Hendra Gunawan, Sabtu (11/4/2020).

Menurut dia, erupsi gunung yang terletak di Selat Sunda dalam wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung itu hanya mengeluarkan semburan ketinggian berkisar 500 meter.

Dia menyebut letusan yang terjadi pada dini hari juga bukan merupakan letusan eksplosif dan hanya semburan. "Biasanya dalam jarak dua kilometer, kedengaran hanya suara desis saja," ujarnya pula.

Letusan Gunung Anak Krakatau terlihat dari foto udara yang diambil dari pesawat Cessna 208 B Grand Caravan milik Maskapai SusiAir di Selat Sunda, Minggu (23/12/2018). Bisnis/Nurul Hidayat

Setelah Gunung Anak Krakatau erupsi, warganet ramai membahas suara dentuman di media sosial yang mereka duga ada hubungannya dengan erupsi tersebut.

"Suara erupsi Anak Krakatau kedengeran sampai Tanah Kusir," kata sutradara film Joko Anwar melalui akun Twitter-nya di Jakarta, Sabtu.

Cuitan Joko Anwar itu kemudian mendapat tanggapan ratusan warganet lainnya.

Joko mengira awalnya suara dentuman tersebut, karena ada orang yang sedang bermain drum. Pesinetron Enzy Storia juga menuliskan cuitan di akun Twitter-nya, karena mendengar suara dentuman.

"Ini rumah gue dari tadi kayak kedengeran suara dentuman, ya, Allah ada apa lagi," ujarnya pula.

Warganet lain juga membahas terkait suara dentuman tersebut. Hingga Sabtu pagi, tagar dentuman dicuitkan ribuan kali oleh warganet dan menduduki trending topic Indonesia nomor dua di Twitter.

Suara dentuman terus terdengar mulai dari Jumat (10/4/2020) malam hingga Sabtu (11/4/2020) dini hari di sejumlah wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Tangerang.

Diduga suara dentuman ini berasal dari letusan Gunung Anak Krakatau yang meletus mulai dari Jumat (10/4) malam pada pukul 22.00 WIB.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gunung meletus Gunung Anak Krakatau
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top