Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

19 Petugas Haji di Jatim Positif Covid-19, Menag Akui Ada Keteledoran

Penularan tersebut bermula dari dua orang narasumber yang didatangkan dalam sebuah acara bimbingan ibadah haji bagi para petugas. Menag Fachrul Razi mengakui ada keteledoran, meski pelaksanaan acara tersebut sebelum ada imbauan social distancing yang massif.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 08 April 2020  |  20:36 WIB
Pelaksanaan salat di Masjidil Haram, Makkah. - Reuters/Suhaib Salem
Pelaksanaan salat di Masjidil Haram, Makkah. - Reuters/Suhaib Salem

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Agama Fachrul Razi mengakui adanya keteledoran dari pihak pelatihan haji di Sukolilo, Jawa Timur, setelah 19 orang dinyatakan positif virus Corona (Covid-19).

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Agama Fachrul Razi dalam rapat bersama DPR Komisi VIII secara virtual, Rabu (8/4/2020). Hal ini bermula dari penyelenggaraan pelatihan petugas haji 2020 di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, pada 9-18 Maret 2020.

Acara ini diikuti oleh 411 peserta terdiri 166 ketua kloter dan pembimbing ibadah haji dari Kementerian Agama dan 245 tenaga kesehatan dari Kementerian Kesehatan. Mereka berasal dari Kabupaten/Kota di Jatim, Bali, dan NTT.

Sesuai data tracing, sebanyak 19 orang dinyatakan positif Covid-19. Pola penularan dilaporkan bermula dari dua narasumber yang mengisi acara tersebut, kemudian menjalar ke peserta.

“Ini dampaknya besar. Dengan kesalahan itu, ada [lebih dari] 10 orang yang positif. Yang lainnya belum bisa dipastikan. Kami sudah minta supaya jangan terulang lagi. Itu sebuah keteledoran karena tidak mewaspadai hal-hal yang bisa terjadi,” ungkapnya.

Dia memerinci, rombongan ketua kloter yang sudah lapor mencapai 83 orang. Sebanyak 58 orang telah melakukan rapid test. Dari jumlah tersebut, sebanyak 19 orang telah melakukan tes swab. Dari hasil itu, empat orang dinyatakan positif, 49 negatif, tujuh belum keluar hasilnya, dan 23 orang belum diperiksa.

“Mereka semua [karantina] di rumah 74 orang. Yang diisolasi di rumah sakit ada sembilan orang,” katanya.

Gugus Tugas di Jatim telah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan mitra terkait untuk memberi pelayanan sesuai protokol kesehatan.

Sedangkan dari rombongan pembimbing haji yang sudah melaporkan ada 78 orang. Yang sudah rapid test mencapai 52 orang. Sebanyak 26 orang telah swab test. Dari situ, enam orang dinyatakan positif Covid-19. Alhasil, 64 orang karantina di rumah dan 14 orang diisolasi di rumah sakit.

Adapun 9 orang lainnya yang terinfeksi Covid-19 merupakan laporan tambahan yang berasal dari beberapa daerah seperti Lamongan, Kediri, Madiun, Blitar, dan lainnya.

Kendati demikian, dia menegaskan bahwa kegiatan tersebut mulai dilaksanakan ketika kebijakan tentang social distancing belum ditetapkan secara masif, salah satunya surat edaran (SE) Gubernur Jatim yang membatasi kerumunan orang yang baru dikeluarkan 16 Maret 2020 dan SE Menteri Agama No.2/2020 yang baru dirilis 16 Maret 2020.

Dalam rapat tersebut, Menag juga mengungkapkan bahwa Kementerian Agama telah menunda pelatihan petugas haji di enam embarkasi. Pelatihan akan dilaksanakan dengan metode jarak jauh secara elektronik.

Setelah adanya pelatihan tersebut, Kementerian Agama memastikan tidak ada lagi kegiatan serupa yang dilaksanakan, melainkan dialihkan menjadi secara online.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ibadah Haji Virus Corona
Editor : Andya Dhyaksa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top