Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Anthony Fauci: Virus Corona Baru Bisa Jadi Kasus Musiman

Fauci mengatakan bahkan jika kasus global menyusut ke jumlah yang sangat rendah, dia mengatakan ada kesulitan untuk menahan wabah yang berarti tidak mungkin sepenuhnya diberantas. Alhasil, bisa jadi ada kemungkinan gelombang virus pada musim berikutnya.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 06 April 2020  |  09:38 WIB
Anthony Fauci - istimewa
Anthony Fauci - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Anthony Fauci, Director of National Insitute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID) mengatakan bahwa virus corona baru bisa jadi akan menjadi penyakit musiman, menekankan adanya kemungkinan kebangkitan wabah pada akhir tahun ini.

Fauci mengatakan bahkan jika kasus global menyusut ke jumlah yang sangat rendah, dia mengatakan ada kesulitan untuk menahan wabah yang berarti tidak mungkin sepenuhnya diberantas. Alhasil, bisa jadi ada kemungkinan gelombang virus pada musim berikutnya.

Dalam hal ini, lanjutnya, pemerintah federal Amerika Serikat tengah berusaha sebaik mungkin untuk meningkatkan kesiapannya, termasuk mengembangkan vaksin dan menyelesaikan uji klinis pada intervensi terapeutik.

“Mudah-mudahan, jika kita benar-benar melihat kebangkitan itu, kita akan memiliki intervensi yang tidak dimiliki di awal situasi yang dialami sekarang ini,” katanya seperti dikutip Business Insider, Senin (6/4).

Sebelumnya, Fauci mengatakan bahwa paling cepat Amerika Serikat baru bisa mendapatkan vaksin corona baru atau COVID-19 dalam rentang waktu 12 hingga 18 bulan mendatang, ini merupakan upaya terbaik yang dilakukan dengan bantuan berbagai pihak.

Saat ini World Health Organization melaporkan bahwa setidaknya ada 40 vaksin untuk virus corona baru yang dalam tahapan pengembangan. Beberapa di antaranya telah memasuki tahapan uji coba kepada manusia.

Fauci mengatakan bahwa penyebaran wabah di Amerika Serikat saat ini sudah berada di luar kendali pemerintahan dan pihak berwenang. Hal ini bertolak belakang dengan klaim Presiden Donald Trump yang menyatakan wabah masih bisa ditangani.

Berdasarkan data dari Worldometer, hingga hari ini jumlah total COVID-19 di Amerika Serikat telah mencapai angka lebih 336.000 kasus infeksi dengan tingkat kematian sebanyak 9.600 kasus dan jumlah pasien sembuh sebanyak 17.900 kasus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona who
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top