Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Luhut Pandjaitan dan Faisal Basri Tak Perlu Bergaduh, Musyawarahlah

Cuitan Ekonom senior Faisal Basri lewar Twitter yang mengatakan Menko Maritim dan Investasi Luhut Pandjaitan lebih berbahaya dari Covid-19 tidak perlu ditanggapi lewat jalur hukum. Diskusi dan musyawarah bisa menjadi jalan terbaik daripada bregaduh di tengah wabah Corona.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 04 April 2020  |  13:51 WIB
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. - ANTARA
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Cuitan Ekonom senior Faisal Basri lewar Twitter yang mengatakan Menko Maritim dan Investasi Luhut Pandjaitan lebih berbahaya dari Covid-19 tidak perlu ditanggapi lewat jalur hukum. Diskusi dan musyawarah bisa menjadi jalan terbaik daripada bregaduh di tengah wabah Corona.

Pengamat komunikasi Universitas Paramadina, Hendri Satrio mengatakan bahwa Menko Maritim dan Investasi (Marves) bisa melibatkan masyarakat dalam mencari solusi terbaik guna menangani pandemi Covid-19.

"Jadi kita ini kalau benar-benar menjunjung Pancasila, maka yang diutamakan itu Sila ke-4 [yakni] musyawarah untuk mufakat. Menko Marves Luhut kan pejabat, ya datangi rakyat, ajak duduk, ngobrol," kata Hendri kepada Bisnis, Sabtu (4/4/2020).

Menurut Hendri dengan berdiskusi bersama masyarakat, pemerintah bisa mendapatkan masukan atau solusi terbaik, khususnya pada masa penanganan wabah Covid-19.

Cuitan Faisal Basri lewat akun Twitter @FaisalBasri pada Jumat (3/4/2020) berbunyi: 'Luhut Pandjaitan (Menko Marves) lebih berbahaya dari Coronavirus COVID-19'.

Namun, Faisal tidak memerinci apa yang dimaksud dengan kata 'berbahaya' tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

faisal basri Virus Corona Luhut Pandjaitan
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top