Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

SoftBank Batalkan Rencana Pembelian Saham WeWork US$3 Miliar

Softbank mendapatkan ancaman tindakan hukum akibat keputusannya membatalkan rencana pembelian saham WeWork senilai US$3 miliar.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 02 April 2020  |  16:39 WIB
Presiden Softbank Corp Masayoshi Son berbicara selama konferensi pers di Tokyo 30 April 2013. REUTERS - Yuya Shino
Presiden Softbank Corp Masayoshi Son berbicara selama konferensi pers di Tokyo 30 April 2013. REUTERS - Yuya Shino

Bisnis.com, JAKARTA - SoftBank Group Corp membatalkan perjanjian senilai US$3 miliar untuk membeli saham WeWork dari mantan CEO Adam Neumann dan pemegang saham lainnya, meskipun ada ancaman tindakan hukum dari beberapa anggota dewan perusahaan.

Sebelumnya, perusahaan telekomunikasi asal Jepang itu telah setuju untuk membeli saham dari Neumann, Benchmark Capital dan lainnya sebagai bagian dari paket bailout tahun lalu.

Namun, pada pertengahan Maret perusahaan memberitahu pemegang saham bahwa ada syarat-syarat kesepakatan yang belum dipenuhi.

Tenggat waktu kesepakatan tersebut berakhir Kamis (2/4/2020), sehingga SoftBank mengonfirmasi akan mengakhiri penawaran, dengan mengutip lima kondisi yang tidak dipenuhi pada tanggal penutupan.

"Tender offer ini adalah tawaran untuk membeli saham langsung dari pemegang saham utama lainnya dan pembatalan tidak berdampak pada operasi atau konsumen WeWork," ujar Chief Legal Officer SoftBank Rob Townsend seperti dikutip melalui Bloomberg, Kamis (2/4/2020).

Townsend mengungkapkan bahwa perusahaan tetap berkomitmen penuh kepada WeWork dan telah mengambil langkah signifikan untuk memperkuat perusahaan sejak Oktober.

Langkah itu termasuk penyuntikkan modal tambahan, pengembangan rencana strategis baru untuk WeWork dan perekrutan tim manajemen baru. Sementara itu, aham SoftBank naik sebanyak 4,5 persen sementara pasar Jepang yang lebih luas terpantau melemah.

Komite WeWork yang merupakan dua direktur independen menyuarakan ketidaksepakatan atas keputusan SoftBank dan menyarankan tindakan hukum. Komite tersebut, terdiri dari Bruce Dunlevie dari Benchmark Capital dan direktur lainnya, Lew Frankfort.

Rencana pembelian saham ini diumumkan pada bulan Oktober sebagai bagian dari penyelamatan SoftBank terhadap WeWork, setelah penawaran umum perdana perusahaan yang gagal membuat perusahaan menuju kebangkrutan.

Dalam kesepakatan itu, konglomerat Jepang ini rencananya akan mengambil hampir 80 persen saham perusahaan dan membeli US$3 miliar saham dari investor serta karyawan eksisting maupun mantan karyawan.

Kesepakatan ini merupakan bantuan terpisah dari dana talangan SoftBank untuk WeWork, sebuah paket yang mencakup US$5 miliar pembiayaan baru dan percepatan pencairan komitmen US$1,5 miliar yang direncanakan sebelumnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

softbank WeWork
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top