Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kontroversi Presiden Meksiko di Tengah Krisis Virus Corona

Wakil menteri kesehatan Meksiko pada akhir pekan lalu telah meminta 130 juga warga negaranya untuk tidak meninggalkan rumah dalam upaya mendesak penghentian penyebaran virus corona yang kini menggerogoti dataran Amerika Serikat secara umum.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 31 Maret 2020  |  15:48 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador telah memicu kontroversi dengan mengunjungi kota asal penguasa obat terlarang dan menyapa ibu dari bos kartel narkoba di tengah kondisi pandemi virus corona baru atau COVID-19.

Wakil menteri kesehatan Meksiko pada akhir pekan lalu telah meminta 130 juga warga negaranya untuk tidak meninggalkan rumah dalam upaya mendesak penghentian penyebaran virus corona yang kini menggerogoti dataran Amerika Serikat secara umum.

Akan tetapi, kurang dari 24 jam kemudian Lopez Obrador dengan santai mengabaikan imbauan tersebut dan melakukan perjalanan ke Badiraguato, tempat kelahiran dan bekas tanah Joaquin El Chapo Guzman, bos narkotika terkenal di dunia yang telah dipenjara.

Terletak di negara bagian utara Sinaloa, Badiraguato adalah bagian dari wilayah yang dikenal dengan istilah Segitiga Emas Meksiko, sebuah daerah penghasil mariyuana dan jantung perdagangan narkoba di negara itu.

Kontroversi yang dilakukan presiden Meksiko tak berhenti sampai disitu. Sebuah rekaman video viral mencuat pada akhir pekan yang menunjukkan dirinya menjabat tangan ibu dari El Chapo, Maria Consuelo Loera Perez di dalam mobilnya.

Rekaman itu juga menunjukkan sang presiden merangkul seorang pria yang diidentifikasi sebagai Jose Luis Gonzalez Meza, seorang perwakilan keluarga Guzman.

Atas tindakannya itu, presiden yang akrab disapa Amlo (singkatan dari nama panjangnya) dikritik oleh warga karena memberi contoh respons tanggapan yang buruk dalam konteks penyebaran virus corona baru.

“Sangat sulit memahami apa yang dilakukan presiden di Badiraguato. Amlo gagal menjaga jarak sehat,” kata Pascal Beltran del Rio, seorang wartawan Meksiko seperti dikutip The Guardian, Selasa (31/3).

Sementara itu, Marko Cortes yang merupakan pemimpin oposisi partai aksi nasional menggambarkan pertemuan itu sebagai penghinaan terhadap korban kartel Meksiko dan anggota bersenjata yang mempertaruhkan hidup mereka untuk mengatasi gembong narkoba.

“Anda harus segera menjelaskan hubungan Anda dengan keluarga ini [keluarga dari bos narkoba di Meksiko,” katanya melalui cuitan Twitter.

Adapun, Amlo membela tindakannya pada konferensi pers di Mexico City pada Senin (30/3) pagi dengan menolak skandal yang diklaimnya terjadi karena ada seseorang warganya yang meminta dia bertemua dengan El Chapo.

“Mereka mengatakan dia ada di sana dan ingin menyapa saya. Jadi saya keluar dari mobil untuk menyapanya. Dia adalah wanita berusia 92 tahun.” katanya.

“Kadang-kadang, karena itu adalah pekerjaan saya, saya harus memberikan jabat tangan kepada penjahat kerah putih. Jadi bagaimana mungkin saya tidak memberikannya kepada seorang wanita tua?,” imbuhnya.

Namun demikian, banyak warga Meksiko yang tetap menyayangkan tindakan pemimpin negaranya dalam dua konteks. Pertama, konteks perjuangan perlawanan banyak orang terhadap kartel narkoba dan kedua, konteks upaya penghentian virus corona yang diabaikannya.

Sejauh ini, berdasarkan data Worldometer, Meksiko telah mencatatkan angka pasien positif virus corona atau COVID-19 sebanyak 993 kasus, dengan jumlah kematian sebanyak 20 kasus dan jumlah pasien sembuh sebanyak 35 kasus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top