Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kurangi Pergerakan Warga Akibat Corona, Kampung Ini Gunakan Jasa Pocong

Alih-alih menggunakan portal ataupun kayu, para pemuda yang tergabung dalam wadah kepemudaan Wijaya Kusuma (Jakusa) tersebut memilih menggunakan pocong untuk menjaga gerbang masuk kampung mereka.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 31 Maret 2020  |  20:52 WIB
Warga di Dukuh Kesongo RT02 - RW01 Desa Kepuh, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah, memiliki cara unik dalam menjaga kampungnya dari para pendatang untuk mencegah berkembangnya virus Corona. Mereka menjadi pocong. Istimewa / Jakusa.
Warga di Dukuh Kesongo RT02 - RW01 Desa Kepuh, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah, memiliki cara unik dalam menjaga kampungnya dari para pendatang untuk mencegah berkembangnya virus Corona. Mereka menjadi pocong. Istimewa / Jakusa.

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, telah resmi menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) Covid-19, Senin (23/3/2020), seiring adanya salah satu warga yang positif terinfeksi virus Corona (Covid-19).

Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, pun langsung mengimbau kepada masyarakat untuk tidak keluar rumah guna menekan penyebaran virus Corona di wilayah Sukoharjo Makmur tersebut.

Atas imbauan tersebut, banyak warga di sejumlah wilayah di Kabupaten Sukoharjo mulai membatasi pergerakan warga desanya masing-masing, baik dengan cara menutup portal gerbang keluar masuk kampungnya.

Salah satu langkah unik untuk membatasi pergerakan warganya, dilakukan oleh sejumlah pemuda di Dukuh Kesongo RT02/RW01 Desa Kepuh, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah.

Alih-alih menggunakan portal ataupun kayu, para pemuda yang tergabung dalam wadah kepemudaan Wijaya Kusuma (Jakusa) tersebut memilih menggunakan pocong untuk menjaga gerbang masuk kampung mereka. 

"Itu kreativitas teman-teman pemuda aja. Semacam ikut-ikutan semacam lockdown untuk mengurangi pergerakan warga, agar menekan penyebaran virus corona," tutur Anjar Panca atau yang akrab disapa Goank, Marbot Masjid Al Himmah Dukuh Kesongo, Selasa (31/3/2020).

Goank, yang juga mantan Ketua Pemuda Wijaya Kusuma tersebut, juga mengklarifikasi bahwa sebelumnya juga sempat heboh di dunia maya terkait foto dua pocong yang sedang duduk di depan gerbang tersebut.

Pasalnya, hasil jepretan kamera yang memperlihatkan dua sosok pocong sedang berjaga tersebut sempat ada yang mengaku bahwa foto itu terjadi di Kabupaten Purworejo. Padahal aslinya di Kesongo, Kepuh, Kabupaten Sukoharjo.

"Iya kami juga tidak tahu kok tiba tiba tersebar dan viral di dunia maya, bahkan ada yang mengakui kalau itu di Purworejo, padahal aslinya di Sukoharjo," jelasnya.

Yulianto, Pemuda Wijaya Kusuma menambahkan bahwa dua orang yang menjadi pocong tersebut adalah teman-temannya di kampung. Bahkan, kain yang dipakai pun asli kain mori atau kain kafan yang biasa dipakai oleh orang meninggal.

"Yang di foto itu namanya Wawan dan Deri, pemuda kampung kami, bukan orang Purworejo. Fotonya itu aja diambil dini hari menjelang Subuh," ujarnya.

Sementara itu, Karno Supadmo, Ketua RT 02 Dukuh Kesongo, Desa Kepuh, Kecamatan Nguter  Kabupaten Sukoharjo mengakui bahwa hal itu inisiatif para pemuda. Menurutnya hal itu positif.

Pasalnya, kalau gang masuk kampungnya di portal, justru bisa menimbulkan banyak kerumunan, karena harus dijaga terus 24 jam. "Kakau pocong itu idenya para pemuda. Ya tidak apa-apa. Kan pocongnya juga tidak ada disitu 24 jam," ujarnya. 

Bagi dirinya yang terpenting adalah selain rutin melakukan penyemprotan desinfektan, juga memantau siapa saja warga yang datang atau pulang dari perantauan dan melaporkannya ke Babinkamtibmas setempat agar juga turut terpantau.

Menurutnya,  bagi para perantau yang mudik, selain diimbau untuk isolasi diri alias dirumah saja dahulu selama 2 minggu. Juga disarankan langsung periksa ke puskesmas terdekat apabila merasakan gejala tidak enak badan.

"Ini semua demi kebaikan bersama, agar penyebaran corona bisa diatasi bersama-sama," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mudik Lebaran Virus Corona
Editor : Andya Dhyaksa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top