Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Taiwan Minta WHO Tidak Berpihak Politik ke China

Tindakan ini dilakukan oleh WHO setelah seorang jurnalis Radio Television Hong Kong bertanya kepada Bruce Aylward apakah WHO akan kembali mempertimbangkan keanggotaan Taiwan.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 30 Maret 2020  |  10:59 WIB
Lambang WHO di pintu utama kantor pusatnya di Jenewa, Swiss - Bloomberg/Stefan Wermuth
Lambang WHO di pintu utama kantor pusatnya di Jenewa, Swiss - Bloomberg/Stefan Wermuth

Bisnis.com JAKARTA - Taiwan meminta WHO tidak 'bermain politik' setelah sebuah video memperlihatkan Asisten Direktur Jenderal WHO Bruce Aylward mengakhiri video conference dengan wartawan usai ditanya soal keanggotaan Taiwan.

Dikutip dari Bloomberg, Senin (30/3/2020), seorang jurnalis Radio Television Hong Kong bertanya kepada Bruce Aylward apakah WHO akan kembali mempertimbangkan keanggotaan Taiwan.

Awalnya, Aylward mengatakan tidak bisa mendengar pertanyaan lalu memintanya untuk beralih ke pertanyaan lain. Ketika reporter tersebut kembali menanyakan kasus Taiwan, Aylward tiba-tiba menutup sambungan video conference-nya.

RTHK berhasil kembali menghubungi Aylward dan meminta komentarnya terkait dengan progres Taiwan dalam menghadapi Covid-19. Namun, Aylward malah menjawab seluruh daerah di China telah melakukan upaya yang terbaik. Sebelum menutup, dia juga memberikan semangat kepada Hong Kong.

Sebagai respons dari hal ini, Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu mengatakan di akun twitternya bahwa WHO harus memisahkan diri dengan politik dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Pertanyaan terkait dengan keanggotaan Taiwan di WHO bergantung pada anggota WHO, bukan staf WHO. WHO mengamati seluruh area, termasuk otoritas kesehatan Taiwan untuk berbagi best practice secara global,” kata juru bicara WHO Tarik Jasarevic melalui email.

Namun, Jasarevic tidak memberi komentar soal Aylward yang menutup sambungan videonya dengan reporter RTHK.

WHO telah melibatkan dua ahli kesehatan Taiwan dalam pelatihan epidemiologi. Mereka mengambil bagian dalam forum penelitian yang diselenggarakan WHO pada Februari.

Perlu diketahui, China menghalangi partisipasi Taiwan menjadi anggota WHO lantaran China mengklaim bahwa Taiwan adalah bagian dari negaranya. Ini adalah bagian dari isolasi dan delegitimasi bagi Taipei.

Direktur Jenderela WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus beberapa kali menyatakan apresiasinya kepada China dalam menghadapi Covid-19. Di saat yang sama, banyak negara yang mengkritisi lantaran dinilai lamban dalam penanganan. China juga sempat menolak kerja sama dengan pihak internasional.

Tak bisa dipungkiri, WHO membutuhkan kerja sama dengan China mengingat China termasuk menjadi penyuntik dana terbesar untuk negara-negara seperti Afrika, termasuk Etiopia, dimana Tedros sempat menjadi menteri luar negeri dan petinggi di koalisinya.

Dengan sekitar 300 kasus dan hanya dua kematian, beban kasus Taiwan relatif rendah terhadap populasi, menurut WHO.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona taiwan who

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top