Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tanpa Pencegahan, Kematian karena Virus Corona Bisa Mencapai Puluhan Juta

Dunia sedang menghadapi darurat kesehatan masyarakat yang parah dan akut karena pandemi global COVID-19 yang sedang berlangsung. Bagaimana setiap negara merespons hal ini dalam beberapa minggu ke depan sangat penting untuk memengaruhi lintasan epidemi nasional
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 28 Maret 2020  |  14:25 WIB
Sel virus corona - istimewa
Sel virus corona - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Jumlah kasus terkait virus corona baru atau COVID-19 di dunia bisa mencapai angka 7 miliar infeksi dan 40 juta kematian pada tahun ini, jika masyarakat tidak menerapkan sejumlah tindakan preventif pencegahan penyebaran virus seperti karantina dan pembatasan sosial.

Dilansir dari Business Insider, Sabtu (28/3) pernyataan tersebut merupakan hasil dari model penelitian yang laporannya belum lama ini diterbitkan oleh para peneliti dari Imperial Collage of London, Inggris.

“Dunia sedang menghadapi darurat kesehatan masyarakat yang parah dan akut karena pandemi global COVID-19 yang sedang berlangsung. Bagaimana setiap negara merespons hal ini dalam beberapa minggu ke depan sangat penting untuk memengaruhi lintasan epidemi nasional,” tulis para peneliti.

Charles Whittaker, rekan penulis laporan menyatakan bahwa penelitian ini dimaksudkan untuk memproyeksikan dampak dari COVID-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona baru. Dia mengingatkan bahwa proyek ini bukan sebuah keniscayaan.

“Hasil yang kami sajikan dalam makalah ini bukan prediksi tentang apa yang akan terjadi. Sebaliknya, apa yang kami coba lakukan adalah menggambarkan besarnya masalah dan manfaat dari tindakan cepat dan strategis,” katanya kepada BBC News Hour.

Dalam permodelan ini, para peneliti memodelkan berapa banyak infeksi, kematian, kasus kritis, dan kekurangan tempat tidur di rumah sakit yang didasarkan pada empat skenario berbeda yaitu tidak ada intervensi pemerintah, jarak sosial, peningkatan jarak sosial untuk melindungi orang tua, dan jarak sosial intensif skala luas.

Model mereka memprediksi bahwa jika pihak berwenang mengambil langkah untuk melindungi orang tua dan meperlambat penularan virus, 20 juta jiwa bisa diselamatkan seluruh dunia, “Tetapi kami memperkirakan bahwa bahkan dalam skenario ini, sistem kesehatan di semua negara akan kewalahan,” tulis peneliti.

Efek negatif tersebut, kemungkinan akan paling parah terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dengan atau tanpa tindakan yang baik. Tanpa kampanye pembatasan jarak sosial, negara-negara ini akan menghadapi epidemi yang sangat masif.

Para peneliti menyerukan semua negara untuk menerapkan pengujian atau pengetesan masa, isolasi kasus yang diketahui, dan langkah-langkah pembatasan jarak sosial yang lebih luas. Jika tindakan seperti itu diadopsi segera dan dipertahankan untuk jangka waktu yang lama, para peneliti memerpkirakan 38,7 juta jiwa dapat diselamatkan di seluruh dunia.

“Dengan hasil ini, satu-satunya pendekatan yang dapat mencegah kegagalan sistem kesehatan dalam beberapa bulan mendatang adalah langkah pembatasan jarak sosial yang intensif. Ini pendekatan yang cenderung memiliki dampak terbesar ketika diimplementasikan lebih awal,” tulis peneliti.

Adapun, berdasarkan data dari Worldometer hingga hari ini jumlah kasus COVID-19 di seluruh dunia telah mencapai angka lebih dari 590.000 infeksi, dengan jumlah kematian sebanyak 27.370 kasus dan jumlah pasien sembuh sebanyak 133.373 kasus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top