Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Antisipasi Penyebaran Covid-19 : Melihat 'Lockdown' Ala Warga di Yogyakarta

Kebijakan itu mulai diterapkan pada Jumat (27/3/2020) malam setelah diadakan pertemuan antarwarga kampung. Ada lebih dari 88 kepala keluarga di kampung tersebut.
Stefanus Arief Setiaji
Stefanus Arief Setiaji - Bisnis.com 28 Maret 2020  |  13:41 WIB
Spanduk warga di Desa Ngampel, Harjobinangun, Sleman Yogyakarta. Warga melakukan inisiatif untuk menutup akses jalan, dan memusatkan lalu lintas warga melalui satu pintu. - Bisnis/Istimewa
Spanduk warga di Desa Ngampel, Harjobinangun, Sleman Yogyakarta. Warga melakukan inisiatif untuk menutup akses jalan, dan memusatkan lalu lintas warga melalui satu pintu. - Bisnis/Istimewa

Bisnis.com, YOGYAKARTA — Ada beragam cara yang dilakukan masyarakat untuk mencegah penyebaran pandemi virus corona atau COVID-19. Masyarakat melakukan inisiatif untuk membatasi lalu lintas masyarakat, terutama dari luar kawasan.

Salah satu inisiatif untuk mencegah penyebaran virus corona dilakukan oleh warga di Kampung Ngampel di tiga wilayah Rukun Tetangga (RT) di Harjobinangun, Pakem Sleman, Yogyakarta.

Tiga RT yakni RT 04, RT 05, dan RT 06 yang masuk dalam Rukun Warga (RW) 06 menutup sebagian akses jalan yang biasa dipakai untuk lalu lintas warga setempat.

Menurut G. Pintoko Wahyu Jati, salah satu warga yang menggagas kesadaran masyarakat mencegah virus corona, akses jalan warga di tiga RT itu sekarang diterapkan satu pintu untuk lalu lintas warga.

 “Tidak ditutup penuh. Menggunakan penerapan satu pintu keluar masuk kampung,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Sabtu (28/3/2020).

Kebijakan itu mulai diterapkan pada Jumat (27/3/2020) malam setelah diadakan pertemuan antarwarga kampung. Ada lebih dari 88 kepala keluarga di kampung tersebut.

Di jalur pintu masuk, tersedia disinfektan dan posko untuk warga di luar kampung yang akan hendak bertamu.

“Warga yang melintas disemprot disinfektan serta mengisi buku tamu,” katanya.

Menurutnya, cara itu diharapkan efektif untuk mencegah terjadinya penularan virus corona di kampung yang berada di lereng Gunung Merapi itu.

Jika ada masyarakat dari luar kampung yang hendak bertamu atau mengunjungi kerabat, kata Pintoko warga setempat sepakat untuk membawa surat keterangan sehat dari puskesmas.

“Warga kesepakatannya seperti itu. Kalau belum dapat surat keterangan sehat dari puskesmas, warga pendatang diminta melakukan karantina secara mandiri selama 14 hari,” katanya.

Adapun warga di kampung itu yang memiliki kerabat di luar wilayah dan di luar provinsi, ada imbauan agar masing-masing menghubungi kerabatnya itu untuk tidak pulang kampung atau mudik terlebih dahulu.

Ketua RT 06 Giyanto menambahkan upaya yang dilakukan warga itu merupakan inisiatif mencegah terjadinya penyebaran virus corona yang dilakukan secara mandiri dan gotong royong.

“Bukan lockdown. Masih ada warga yang masuk dan keluar, biar warga kampung juga merasa nyaman,” katanya.

Adapun untuk waktu penerapan akses satu pintu itu, Giyanto menyatakan akan dilakukan selama masa tanggap darurat terhadap pandemi virus corona itu masih berlangsung.

Tidak hanya wilayah Harjobinangun, warga masyarakat di sekitar Desa Sidoarum juga melakukan penutupan akses jalan untuk sementara waktu. Pintu keluar masuk warga diberlakukan satu pintu.

Munculnya kesadaran publik ini tentu saja perlu dibarengi dengan kebijakan dari pemangku kepentingan di pusat dan daerah, supaya penyebaran virus corona benar-benar dapat dicegah secara komprehensif dan melibatkan kebersamaan masyarakat secara luas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Lockdown
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top