Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Angka Kematian Naik, Malaysia Perpanjang Kontrol Mobilitas Warga

Malaysia akan memperpanjang perintah kontrol pergerakan atau mobilitas warga selama dua minggu hingga 14 April. Hal itu diterapkan untuk menahan penyebaran virus Corona lebih lanjut, kata Perdana Menteri Muhyiddin Yassin, Rabu.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 25 Maret 2020  |  16:07 WIB
Ilustrasi-Warga menggunakan masker saat menggunakan eskalator di Stasiun Ampang Park, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (17/3/2020). - Bloomberg/Samsul Said
Ilustrasi-Warga menggunakan masker saat menggunakan eskalator di Stasiun Ampang Park, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (17/3/2020). - Bloomberg/Samsul Said

Bisnis.com, JAKARTA - Malaysia akan memperpanjang perintah kontrol pergerakan atau mobilitas warga selama dua minggu hingga 14 April. Hal itu diterapkan untuk menahan penyebaran virus Corona lebih lanjut, kata Perdana Menteri Muhyiddin Yassin, Rabu.

Melalui perpanjangan movement control order (MCO) itu Muhyiddin mendesak warga Malaysia untuk hanya tinggal di rumah demi memutus rantai infeksi.

“Kementerian Kesehatan dan Dewan Keamanan Nasional telah memberi tahu saya. Tren saat ini adalah bahwa kasus-kasus baru masih terjadi dan akan berlanjut untuk sementara sampai berhenti,” kata Muhyiddin dalam pidato yang disiarkan televisi seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Rabu (25/3/2020).

Muhyiddin menambahkan bahwa keputusan itu adalah satu-satunya cara untuk mengatasi situasi yang tampaknya semakin buruk dari hari ke hari. Dia menambahkan bahwa pengumuman itu dimaksudkan untuk menghindari kepanikan publik.

"Saya tahu tidak mudah tinggal di rumah untuk waktu yang lama. Saya yakin ada banyak tantangan. Tetapi kenyataannya adalah bahwa kita belum pernah menghadapi hal seperti ini sebelumnya dan kami ingin mengatasinya sesegera mungkin,” ujarnya.

Muhyiddin mengakui MCO sejauh ini telah membantu mengendalikan penyebaran, "tetapi kami belum puas sampai kami berhasil memiliki nol kasus baru."

Perdana Menteri Malaysia itu menambahkan meskipun jumlah kasus telah mencapai puncaknya, Kementerian Kesehatan memperkirakan angka tersebut akan meningkat lebih cepat.

Rabu siang, angka kematian Covid-19 di Malaysia adalah 17 dan dilaporkan terdapat lebih dari 1.796 kasus positif. Hal itu membuat Malaysia menjadi negara yang paling terpukul di Asia Tenggara.

Sementara itu, Malaymail.com melaporkan bahwa stimulus ekonomi yang lebih komprehensif akan diumumkan Pemerintah Malaysia Jumat lusa, bukan 30 Maret seperti dijadwalkan sebelumnya.

Muhyiddin mengumumkan tanggal baru itu setelah mengumumkan perpanjangan perintah kontrol gerakan hingga 14 April mendatang.

“Pegawai saya di Kementerian Keuangan bekerja tanpa lelah untuk menyiapkan paket stimulus ekonomi yang akan menguntungkan semua orang,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia Virus Corona
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top