Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Prosedur Penerimaan Bantuan Percepat Penanganan Virus Corona

BNPB akan mengumumkan dan menyebarluaskan informasi rekening ini kepada kementerian negara atau lembaga dan pemerintah daerah serta masyarakat.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 24 Maret 2020  |  19:56 WIB
Kepala BNPB Doni Monardo menerima Direktur Grup Sinarmas Saleh Husin, Direktur Indofood Franky Welirang, CEO Agung Sedayu Alex Kusama, dan Relawan Yayasan Budha Tzu Chi Hong Tjin di kantor pusat BNPB, Kamis (19/3/2020) -  Istimewa
Kepala BNPB Doni Monardo menerima Direktur Grup Sinarmas Saleh Husin, Direktur Indofood Franky Welirang, CEO Agung Sedayu Alex Kusama, dan Relawan Yayasan Budha Tzu Chi Hong Tjin di kantor pusat BNPB, Kamis (19/3/2020) - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid–19 membuka dukungan dari berbagai pihak, baik dari dalam ataupun luar negeri untuk mempercepat penanganan Coronavirus disease 2019 atau Covid–19.

Adapun penerimaan bantuan dapat berupa uang dan barang. Untuk bantuan uang, penerimaan bantuan ini disebut sebagai dana hibah bantuan kemanusiaan dalam negeri dan luar negeri untuk penanganan bencana non alam, yakni Covid-19.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo mengatakan transfer dana dari luar negeri dapat dilakukan melalui nomor rekening Bank BNI, 2019191251, swift code BNINIDJA, dengan nama rekening RPL 175 PDHL BNPB COVID-19 LN.

Sedangkan transfer dalam negeri, Gugus Tugas membuka nomor rekening Bank BRI 0329–01–004314–30–6 dengan nama RPL 175 PDHL BNPB COVID–19 DN.

"Terkait dengan transparansi dan akuntabilitas, BNPB akan mengumumkan dan menyebarluaskan informasi rekening ini kepada kementerian negara/Lembaga dan pemerintah daerah serta masyarakat," jelasnya Selasa (24/3/2020).

Dia mengatakan pengelolaan rekening dan pelaporan pertanggungjawaban dilakukan sesuai dengan ketentuan yang mengatur pengelolaan rekening milik satuan kerja lingkup kementerian negara dan lembaga serta administrasi pengelolaan hibah langsung dalam bentuk uang.

Semnetara untuk bantuan barang, baik dari dalam negeri atau dari luar negeri dapat langsung dikirimkan ke BNPB dengan terlebih dahulu, dengan mengirimkan surat kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan menyebutkan rincian barang seperti jenis barang dan jumlah, volume dan kubikasi.

Sementara bantuan barang yang diimpor data luar negeri, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan mendukung percepatan layanan impor barang untuk penanggulangan Covid–19. Layanan tersebut berupa pembebasan bea masuk dan cukai serta tidak ada pungutan PPN dan atau PPnBM, dikecualikan PPh Pasal 22 Impor serta pengecualian ketentuan tata niaga impor.

Pihak-pihak yang mendapatkan fasilitas ini yaitu pemerintah pusat, daerah (pemda), badan layanan umum (BLU), yayasan, lembaga nonprofit serta perseorangan atau swasta. Bagi pemerintah pusat, pemda, badan layanan umum, yayasan dan lembaga nonprofit dapat mengajukan permohonan rekomendasi pembebasan bea masuk dan atau cukai sekaligus pengecualian ke BNPB dalam hal barang impor, yang terkena ketentuan tata niaga impor.

Bagi perseorangan atau swasta dapat menghibahkan barang kepada instansi pemerintah melalui BNPB atau yayasan atau lembaga nonprofit yang dibuktikan dengan gift certificate.

"Kondisi ini disyaratkan apabila impor barang ditujukan untuk kegiatan nonkomersial."

Sehubungan dengan pengeluaran barang impor terkait Covid–19, surat rekomendasi dari BNPB dapat diperoleh melalui kontak alamat surel klnbnpb@gmail.com (Bagian Kerja Sama BNPB) dengan cc ke alamat surel bnpb.pusdalops@gmail.com (Pusdalops BNPB).

Pengirim mengisi informasi pada badan surel dengan nama, instansi, nomor kontak, maksud dan tujuan, keterangan (penjelasan detail mengenai maksud dan tujuan barang yang akan diajukan dalam rekomendasi, rencana pengiriman, ketibaan barang, lokasi entry point).

Sedangkan dokumen pendukung, pembuatan surat rekomendasi mensyaratkan daftar packing list, invoice (USD), gift certificate (jika barang berupa barang hibah), dan air way bill.

Surat rekomendasi akan dikeluarkan dalam waktu 8 jam kerja. Multipihak perlu dipahami bahwa ketidaklengkapan dokumen akan memperlambat respon BNPB dalam memberikan surat rekomendasi yang dibutuhkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bnpb bantuan sosial Virus Corona
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top