Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

WHO Uji Coba 20 Vaksin Anti Virus Corona

Beberapa vaksin sudah diuji klinis 60 hari setelah identifikasi gen dari virus tersebut.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 21 Maret 2020  |  15:00 WIB
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus

Bisnis.com, JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO saat ini tengah bekerjasama dengan para ilmuwan di seluruh dunia untuk menguji coba setidaknya 20 vaksin jenis berbeda untuk mencegah penyebaran COVID-19 atau virus corona. 

Beberapa vaksin sudah diuji klinis 60 hari setelah identifikasi gen dari virus tersebut. Dikutip dari CNBC International, Dr. Maria Van Kerkhove Technical Lead untuk program kedaruratan WHO mengatakan akselerasi proses tersebut sangat dramatis dibandingkan dengan apa yang bisa pihaknya lakukan jika menoleh pada pembuatan vaksin untuk SARS dan MERS. 

Memang, vaksin tersebut diyakini masih harus melewati berbagai macam tahap untuk bisa digunakan oleh masyarakat.Seorang ilmuwan menyebutkan butuh waktu 18 bulan untuk menyatakan vaksin tersebut telah teruji secara klinis hingga mendapat persetujuan keamanan. 

Executive Director untuk program kedaruratan WHO, Dr. Mike Ryan menyatakan uji coba sangat penting karena menurutnya vaksin yang salah bisa jadi lebih buruk ketimbang virus yang berbahaya. 

"Kami harus sangat, sangat, sangat hati-hati dalam menciptakan produk yang berpotensi akan kami suntikkan ke seluruh populasi dunia," tutur Mike.

Di sisi lain, Presiden Amerika Donald Trump menyatakan chloroquine yang awalnya diperuntukkan bagi pasien malaria juga mampu menangkal penyakit yang diakibatkan oleh virus corona.  

Beberapa studi klinis di China dan Perancis juga terus berlangsung mengombinasikan chloroquine dan antibiotik azithromicin sebagai upaya untuk mereduksi gejala dari penyebaran virus corona. 

Kabar baiknya, salah satu produsen terbesar chloroquine di tanah air adalah BUMN farmasi PT Kimia Farma Tbk. (KAEF). 

Kemarin malam (20/3/2020), melalui akun Twitternya Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (Wamen BUMN) Budi Gunadi Sadikin menuliskan bahwa Kimia Farma merupakan produsen terbesar choloroquine.

"Salah satu produsen terbesar di dunia adalah .. Kimia Farma - Hydroxycholoroquine is now an official treatment for Covid-19. Cheap cure with high efficacy and safe," tulis Budi di akun twitternya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

who Virus Corona
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top