Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Malaysia Akan Kerahkan Tentara untuk Awasi Pembatasan Gerak Warga

Pemerintah Malaysia mulai mengerahkan tentara untuk mengawasi pergerakan masyarakat di sana. Langkah ini diambil karena masih banyaknya warga di sana yang "bandel" keluar rumah.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 20 Maret 2020  |  19:46 WIB
Suasana jalan yang kosong di Bukit Bintang di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (18/3/2020). Sejumlah jalan raya di Malaysia menjadi sepi setelah pemerintah mengumumkan lockdown nasional selama dua minggu. Bloomberg - Samsul Said
Suasana jalan yang kosong di Bukit Bintang di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (18/3/2020). Sejumlah jalan raya di Malaysia menjadi sepi setelah pemerintah mengumumkan lockdown nasional selama dua minggu. Bloomberg - Samsul Said

Bisnis.com, JAKARTA - Malaysia akan mengerahkan tentara mulai pada hari Minggu untuk memastikan masyarakat tetap di rumah melalui penguncian dua minggu yang dimaksudkan untuk menahan pandemi virus Corona (Covid-19).

"Kami yakin bahwa dengan bantuan dari tentara, kontrol akan lebih ketat dan kami berharap orang-orang akan mematuhi perintah yang dikeluarkan oleh pemerintah," kata Menteri Pertahanan, Ismail Sabri Yaakob, seperti dikutip Bloomberg.com, Jumat (20/3/2020). Sebelumnya dia menghadiri pertemuan dengan para menteri mengenai Perintah Pembatasan Pergerakan tersebut.

Jumlah kasus yang dikonfirmasi di negara itu terus meningkat hingga mencapai total 1.030 pada hari ini. Angka tersebut merupakan yang terbesar di Asia Tenggara pada saat pertumbuhan penyebaran terus meningkat. Malaysia telah melaporkan dua kematian akibat penyakit ini.

Negara jiran itu kini melarang warga bepergian ke luar negeri dan menutup sekolah, toko dan layanan publik hingga 31 Maret dalam upaya untuk membatasi penyebaran penyakit tersebut.

Perdana Menteri Muhyiddin Yassin mendesak orang untuk tinggal di rumah dan memperingatkan pemerintah akan memperpanjang periode penguncian jika langkah itu gagal mengandung virus selama dua minggu ini.

Ismail mengatakan beberapa warga Malaysia masih melanggar aturan pemerintah. Beberapa di antaranya membawa anak-anak mereka ke taman bermain atau makan berkelompok di restoran.

Namun, kepatuhan publik telah meningkat dari 60% yang terlihat pada hari Rabu, ketika perintah pertama kali mulai berlaku. Polisi telah menyiapkan penghalang jalan di seluruh negeri dan menyarankan pengemudi agar tetap di rumah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia Virus Corona
Editor : Andya Dhyaksa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top