Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Setelah Gempa Magnitudo 6,3, BMKG Catat 15 Gempa Susulan di Bali

Besaran gempa tersebut bervariasi, mulai dari magnitudo 2,9 hingga 4,7. BMKG menyarankan masyarakat tak panik dan jangan mempercayai info yang tak dapat dipertanggung jawabkan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 Maret 2020  |  13:44 WIB
Grafik hasil pencatatan seismometer/seismograf, alat pencatat besaran gempa bumi. - Reuters
Grafik hasil pencatatan seismometer/seismograf, alat pencatat besaran gempa bumi. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 15 kali gempa susulan pascaterjadinya gempa bumi ber-magnitudo 6,6  (pemutakhiran menjadi M=6,3) ,yang mengguncang wilayah Selatan Provinsi Bali.

"Kami mencatat ada 15 kali gempa susulan yang terjadi dalam rentang waktu antara pukul 01.01 WIB hingga pukul 10.31 WIB siang ini," ujar Staf Pusat Gempa Regional 3 Denpasar, Ein Nuzulul Laily, di kawasan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (19/3/2020).

Ia mengatakan, gempa susulan tersebut terjadi dengan magnitudo bervariasi, dari 2,9 hingga 4,7,  yang terjadi pada kedalaman 10 kilometer dan berlokasi di arah barat daya dan tenggara Nusa Dua, Bali.

Terkait gempa yang terjadi di laut pada jarak 305 kilometer arah selatan Kota Denpasar dengan kedalaman 10 kilometer pada Kamis pukul 00.45 WIB tersebut, ia menjelaskan, gempa tersebut merupakan jenis dangkal akibat aktivitas subduksi.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault)," kata Ein Nuzulul.

Gempa tersebut dilaporkan dirasakan di wilayah Denpasar, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Barat dan Kota Mataram dengan skala IV MMI.

"Untuk wilayah Kuta, Sumbawa Barat, Smbawa, Bima, Dompu, Lombok Utara dirasakan dengan skala II MMI," ungkap Ein Nuzulu.

Ia menambahkan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi seperti media sosial dan website," kata Ein Nuzulul.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali gempa

Sumber : Antara

Editor : Andya Dhyaksa
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top