Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gara-gara Virus Corona, Pameran Pariwisata Terbesar Dunia Dibatalkan

Ini pertama kalinya dalam sejarah ITB di-cancel hanya lima hari sebelum acara dilaksanakan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 29 Februari 2020  |  07:34 WIB
Konferensi pres ITB Berlin 2020. - itb/berlin.com
Konferensi pres ITB Berlin 2020. - itb/berlin.com

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa pariwisata terbesar di dunia Internationale Tourismus Boerse (ITB) Berlin batal digelar karena kekhawatiran pada wabah virus corona. Semula acara direncanakan pada 4-5 Maret 2020.

Pembatalan pameran pariwisata ITB Berlin yang akan diikuti Indonesia disampaikan Ketua penyelenggara Messe Berlin, Christian Göke, dalam keterangannya Jumat waktu setempat.

Disebutkan bahwa acara digelar pihaknya akan menanggung beban tanggung jawab yang sangat penuh risiko bagi keamanan dan kesehatan para tamu, peserta pameran, dan seluruh karyawan.

“Dengan hati yang berat kita harus melihat pembatalan yang diperlukan atas ITB Berlin 2020,” ujar Christian Göke, dilansir Antara Sabtu (29/2/2020).

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi Sekretariat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Sekretariat Utama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Agustini Rahayu, kepada Antara London, mengatakan tim teknis yang akan membangun konstruksi paviliun Indonesia di ITB Berlin, bahkan sebagian di antaranya sudah berangkat ke Berlin.

“Ini pertama kalinya dalam sejarah ITB di-cancel hanya lima hari sebelum acara dilaksanakan,” ujar Agustini Rahayu yang pernah menjabat Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran II Regional IV (Eropa) Kementerian Pariwisata.

Baca Juga : Harga Emas Hari Ini

Saat ini sejumlah anggota timnya sedang dalam perjalanan menuju Berlin dan terpaksa akan segera diterbangkan kembali ke Tanah Air.

Indonesia yang sejak 1967 berpartisipasi dalam ajang bergengsi itu, pada 2013 pernah menjadi “partner country” bagi acara bursa pariwisata terbesar dunia itu.

Sementara Ketua penyelenggara Messe Berlin, Christian Göke, mengatakan pekan raya yang dijadwalkan semula akan dibuka Rabu (4/3), terpaksa dibatalkan karena kekhawatiran pada kemungkinan bagi Berlin untuk menampung sejumlah besar pengunjung di saat negara itu sedang mencatat lonjakan jumlah penduduk yang terinfeksi corona.

Semula 10.000 peserta pameran diharapkan berpartisipasi di ITB dari seluruh dunia di mana 22 orang di antaranya akan datang dari China dan 25 lainnya dari Hong Kong dan Taiwan.

Penyelenggara pameran itu juga awalnya diharapkan akan menjaring sekitar 160.000 pengunjung dimana panitia memang agak menurunkan perkiraan mereka selama beberapa hari terakhir.

Dalam beberapa hari sebelum pembatalan, venue Messe Berlin dan penyelenggara ITB masih menyatakan keyakinan mereka bahwa pameran akan berlangsung sesuai rencana.

Selama minggu ini, persyaratan untuk peserta pameran kemudian diperketat. Misalnya, tidak ada peserta yang harus dirawat di area risiko, atau yang menunjukkan gejala virus. Sementara itu, ITB di China, yang direncanakan untuk Mei, sudah dibatalkan oleh penyelenggara pekan lalu.

Dengan dikonfirmasinya kasus virus corona baru di ekonomi terbesar Eropa itu, lebih dari 1.000 orang dikarantina di negara bagian Jerman yang paling padat penduduknya.

Otoritas Distrik Heinsberg di Rhine-Westphalia Utara mengambil langkah menjaga sekitar 1.000 warganya di rumah mereka karena ada pasangan yang terinfeksi turut berpartisipasi dalam perayaan karnaval pada pertengahan Februari 2020.

Otoritas pusat Jerman kemudian menginstruksikan pemerintah daerah di 16 negara bagian untuk memperbarui rencana kesiapan mereka dalam menghadapi pandemi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata jerman Virus Corona
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top