Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Kata BMKG Soal Potensi Gempa 8,7 Magnitudo di Selatan Sukabumi

Gempa itu, berdasarkan simulasi atau pemodelan, bisa memicu tsunami setinggi lebih dari tiga meter.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 29 Februari 2020  |  08:56 WIB
Gempa Megathrust - BMKG
Gempa Megathrust - BMKG

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG memperingatkan potensi gempa kuat dari zona megathrust di laut selatan Sukabumi, Jawa Barat. Skalanya bisa mencapai 8,7 Magnitudo.

Gempa itu, berdasarkan simulasi atau pemodelan, bisa memicu tsunami setinggi lebih dari tiga meter.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, lewat keterangan tertulis yang dibagikannya Jumat (28/2), menyebut potensi gempa itu telah diketahui dari hasil kajian 2011 lalu. Kajian berikutnya tentang potensi bahaya dari gempa itu, kata Rahmat, sangat penting dilakukan untuk tujuan mitigasi dan pengurangan risiko bencana.

Tambahan dari pemodelan hampir sepuluh tahun lalu, dia mengungkapkan, adalah tingkat guncangan yang mencapai intensitas VIII-IX dalam Skala MMI. Artinya bisa sangat merusak.

“Jadi ini bukan untuk menakut-nakuti masyarakat, melainkan agar pemerintah daerah segera menyiapkan upaya mitigasinya secara tepat,” kata Rahmat sambil menambahkan, "Mitigasi itu bersifat struktural atau teknis maupun kultural."

Hal penting lain yang harus dipahami masyarakat, Rahmat mengatakan, gempa 8,7 Magnitudo adalah potensi hasil kajian dan bukan prediksi. Sebab, meskipun kajian ilmiah mampu menentukan potensi magnitudo di zona megathrust, Rahmat menerangkan, hingga saat ini teknologi belum mampu memprediksi dengan tepat dan akurat kapan gempa akan terjadi.

Baca Juga : Harga Emas Hari Ini

"Di tengah ketidakpastian kapan akan terjadi gempa yang berpotensi memicu tsunami, yang perlu dilakukan adalah upaya mitigasi dengan menyiapkan langkah-langkah konkret untuk meminimalkan risiko kerugian sosial, ekonomi, dan korban jiwa seandainya gempa benar terjadi," katanya menguraikan.

Pemerintah, menurut Rahmat, penting memperhatikan peta rawan bencana sebelum merencanakan penataan ruang dan wilayah. Termasuk penataan ruang pantai yang aman tsunami. 

“Perlu ada upaya serius dari berbagai pihak dalam mendukung dan memperkuat penerapan “building code” dalam membangun struktur bangunan tahan gempa.”

Dia juga mengingatkan, adanya hasil kajian potensi bencana oleh para ahli jangan sampai membuat masyarakat yang bermukim di dekat sumber gempa dan daerah rawan tsunami ketakutan. 

Warga, menurutnya, harus meningkatkan kemampuan dalam memahami cara penyelamatan saat terjadi gempa dan tsunami serta mengikuti arahan pemerintah dalam melakukan evakuasi.

BMKG meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BMKG

Sumber : Tempo.co

Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top