Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Eddy Tansil - Kaskus
Premium

Historia Bisnis: Duet Tommy Soeharto dan Fadel Muhammad Akuisisi Aset Eddy Tansil

27 Februari 2020 | 14:02 WIB
Proyek industri petrokimia senilai Rp1,4 triliun milik Golden Key Group mangkrak setelah sang pemilik, Eddy Tansil, buron pada 1996. Sejumlah pengusaha nasional tertarik untuk mengakuisisinya, termasuk Fadel Muhammad dan Hutomo Mandala Putra.

Bisnis.com, JAKARTA — Masih ingat ET? Bukan ejakulasi dini tanpa hasil ya, tetapi Eddy Tansil, seorang legenda korupsi di Tanah Air yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Cipinang pada Mei 1996 dan masih buron hingga kini.

Eddy Tansil atau Tan Tjoe Hong alias Tan Tju Fuan adalah Presiden Direktur Golden Key Group yang divonis 20 tahun penjara karena terbukti menggelapkan uang US$565 juta yang didapatnya dari kredit Bank Pembangunan Indonesia atau Bapindo.

Selain vonis 20 tahun penjara, Di dalam putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Eddy Tansil juga diharuskan membayar denda Rp30 juta, uang pengganti sebesar Rp500 miliar dan membayar kerugian negara Rp1,3 triliun.

Namanya sempat muncul menjelang akhir 2013, setelah Kejaksaan Agung mendeteksi keberadaannya di China terkait dengan kasus pembobolan Bank of China Limited dan berencana mengekstradisi sang buron. Sampai kini, namanya menguap begitu saja.

Pada awal 1990, Eddy Tansil berencana membangun industri kimia di Cilegon. Untuk itu, dia mencari konsorsium pembiayaan, yang kemudian diperoleh dari Bapindo (pemimpin sindikasi), Bank Bumi Daya, Bank Negara Indonesia, Bank Exim, dan Bank Dagang Negara, pada periode 1991-1992. Industri itu nantinya, ditunjang oleh tiga perusahaan, PT Hamparan Rejeki, PT Dinamika Erajaya, dan PT Graha Swakarsa Prima.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top