Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KLHK: Sampah Plastik Kemasan Harus Berkurang 30 Persen Pada 2029

Salah satu sumber utama sampah plastik berasal dari kemasan produk. Perlu komitmen dari berbagai pihak untuk saling berkolaborasi menyelesaikan persoalan tersebut..
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 25 Februari 2020  |  22:15 WIB
Pekerja mengemas biji plastik usai dijemur di salah satu industri pengolahan limbah plastik di Jakarta. Bisnis - Arief Hermawan P
Pekerja mengemas biji plastik usai dijemur di salah satu industri pengolahan limbah plastik di Jakarta. Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia menargetkan para produsen mengurangi sampah dari produk dan atau kemasan produk sebesar 30 persen pada 2029.

Sampah plastik telah menjadi masalah besar dunia, termasuk di Indonesia. Salah satu sumber utama sampah plastik berasal dari kemasan produk sehingga perlu adanya komitmen dari berbagai pihak untuk saling berkolaborasi menyelesaikan persoalan tersebut..

Kepala Sub Direktorat Barang dan Kemasan, Direktorat Pengelolaan Sampah KLHK Ujang Solihin Sidik  mengatakan target pengurangan sampah plastic kemasan tersebut telah menjadi bagian dari Peta Jalan Pengurangan Sampah Plastik Oleh Produsen. Hal itu telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Target tersebut akan tercapai jika produsen terus melakukan inovasi dan membantu mengedukasi konsumen untuk menerapkan gaya hidup yang lebih bijak dalam menggunakan plastik serta mengelola sampah dari rumah tangga,” ujar Ujang, Selasa (25/2/2020).

Sebagai bentuk komitmen mengurangi sampah plastik, PT Unilever Indonesia Tbk menghadirkan refill station pertamanya yang berlokasi di Saruga Package-free Shopping Store, Bintaro.

Nurdiana Darus, Head of Corporate Affair & Sustainability Unilever Indonesia, mengatakan proyek uji coba Refill Station ini merupakan salah satu contoh penerapan konsep ekonomi sirkular (circular economy). Konsep ini mengedepankan pentingnya unsur penggunaan kembali dan daur ulang, serta mereduksi penggunaan plastik.

“Ini sejalan dengan komitmen Unilever secara global untuk paling lambat tahun 2025 mengurangi setengah dari penggunaan virgin plastic atau plastik baru, mempercepat penggunaan plastik daur ulang, serta mengumpulkan dan memproses kemasan plastik lebih banyak daripada yang dijualnya,” tutur Nurdiana.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

klhk Sampah Plastik
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top