Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

YCAB Foundation dan HSBC Dirikan Rumah Belajar Batik Semarang

RB Batik Semarang yang terletak di Kawasan Tambangan, resmi dibuka pada tanggal 20 Februari 2020. Acara pembukaan juga dihadiri oleh perwakilan pemerintah, yaitu Drs. Mustohar, SH, M.Hum selaku Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang dan Drs. Bambang Purnomo A.H, MM selaku Kepala Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Semarang.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 21 Februari 2020  |  12:01 WIB
Bisnis.com, JAKARTA - Dalam rangka memberdayakan masyarakat untuk membangun bisnis batik yang berkelanjutan dan menciptakan lapangan kerja, YCAB Foundation (Yayasan Cinta Anak Bangsa) bersama PT Bank HSBC Indonesia (HSBC Indonesia) mendirikan Rumah Belajar Batik Semarang (RB Batik Semarang). 
RB Batik Semarang yang terletak di Kawasan Tambangan, resmi dibuka pada tanggal 20 Februari 2020. Acara pembukaan juga dihadiri oleh perwakilan pemerintah, yaitu Drs. Mustohar, SH, M.Hum selaku Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang dan  Drs. Bambang Purnomo A.H, MM selaku Kepala Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Semarang.
Dalam acara ini juga diumumkan pemenang lomba desain membatik yang diikuti oleh murid-murid dari Rumah Belajar Batik Pekalongan dan Panti Pelayanan Disabilitas Mental Samekto Karti di Pemalang, Jawa Tengah.
Menurut Founder dan CEO YCAB Foundation Veronica Colondam tujuan utama RB Batik Semarang adalah mengurangi pengangguran usia produktif dari kalangan prasejahtera dengan memberikan pelatihan keterampilan vokasi yang akan menjadi bekal bagi para peserta untuk mandiri, bahkan menciptakan lapangan kerja baru.
Melalui RB Batik Semarang, lebih dari 150 peserta dalam setahun akan menerima pelatihan membatik, pendampingan kewirausahaan dan pemasaran secara daring. 
Di tahap pertama pada akhir pelatihan, setiap kelompok akan menerima bantuan modal usaha dalam bentuk alat dan bahan membatik senilai Rp 5 juta rupiah untuk memulai usaha mereka. Untuk meningkatkan kreativitas dan kewirausahaan, akan diadakan lomba antar kelompok setelah tiga bulan. Hadiah berupa bantuan modal usaha senilai Rp 10 juta rupiah akan diberikan kepada kelompok usaha terbaik.
 
“Kami berharap kelak lulusan RB Batik Semarang dapat menjadi pengusaha batik yang tidak hanya mandiri, tapi juga membuka lapangan kerja baru. Ini merupakan level kemandirian yang YCAB dan HSBC Indonesia harapkan agar dapat memutus siklus kemiskinan secara berkelanjutan,” kata Veronica dalam siaran pers yang diterima oleh Bisnis.com pada Jumat (21/2/2020).
Lebih lanjut Veronica menjelaskan bahwa sebelumnya YCAB telah membangun wadah melatih keterampilan membatik dan sukses melahirkan para batikpreneurs melalui Rumah Batik Pekalongan pada tahun 2015.
Selain itu YCAB juga memberikan pelatihan membatik kepada penyandang disabilitas mental yang berada dalam asuhan Panti Pelayanan Disabilitas Mental Samekto Karti di Pemalang, Jawa Tengah.
 
Sementara itu, Nuni Sutyoko, Head of Corporate Sustainability PT Bank HSBC Indonesia menyatakan dukungan terhadap Rumah Belajar Batik Semarang untuk memberdayakan dan membuka lapangan kerja bagi usia produktif pra-sejahtera. 
"Hal ini merupakan cerminan komitmen kami untuk membangun bisnis jangka panjang. Dengan berkontribusi pada kemajuan masyarakat, HSBC Indonesia turut mengambil peran untuk memajukan roda ekonomi, khususnya di Semarang,” katanya.
Industri batik memang terbukti tidak hanya melestarikan budaya, tapi juga menggerakkan ekonomi negara. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat bahwa nilai ekspor batik sepanjang semester I 2019 mencapai US$ 17,99 juta atau sekitar Rp 253 miliar.
Negara tujuan utama ekspor batik antara lain Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa. Kemenperin juga menyatakan bahwa sektor batik didominasi oleh industri kecil dan menengah (IKM) yang tersebar di 101 sentra di Indonesia, dengan jumlah sebanyak 47 ribu unit usaha dan telah menyerap tenaga kerja hingga 200.000 orang.
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batik
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top