Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Arkeolog Temukan Dinding yang Tersusun dari Tulang Manusia

Arkeolog baru-baru ini menemukan tembok yang dibangun dari tulang manusia saat menggali tanah di sebuah gereha di Ghent, Belgia.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 21 Februari 2020  |  08:05 WIB
Rangkaian dinding yang dibuat sebagian besar dari tulang manusia - Ruben Willaert bvba
Rangkaian dinding yang dibuat sebagian besar dari tulang manusia - Ruben Willaert bvba

Bisnis.com, JAKARTA – Arkeolog baru-baru ini menemukan tembok yang dibangun dari tulang manusia saat menggali tanah di sebuah gereja di Ghent, Belgia.

Pada akhir penggalian, mereka telah menemukan ada sembilan dinding, yang sebagian besar dibangun dengan tulang kering dan paha orang dewasa.

Ruben Willaert, seorang akeolog dari perusahaan Belanda mengatakan bahwa bagian tengah penggalian juga dipenuhi dengan tulang dan banyak dari tulang tersebut terfragmentasi.

Bangunan mengerikan ini diperkirakan merupakan buatan orang-orang yang ratusah tahun lalu membersihkan kuburan tua untuk memberi ruang bagi mayat baru atau untuk renovasi gereja.

“Ketika membersihkan halaman gereja, kerangka tidak bisa dibuang begitu saja. Mengingat bahwa orang beriman percaya pada kebangkitan tubuh, tulang-tulang itu dianggap bagian yang penting,” kata Janiek De Gryse, staf Ruben Willaert seperti dikutip Live Science, Jumat (21/2).

De Gryse melanjutkan bahwa membangun dinding untuk menampung tengkorak dan tulang-tulang manusia disebut osuarium, yang juga merupakan bagian penting dalam menjaga jenazah seseorang pada masa lalu.

Adapun, dinding tulang anyar ini ditemukan di sisi utara Katedral Santo Bavo yang sebelumnya dikenal sebagai Gereja Santo Yohanes. Penanggalan radiokarbon dari tulang itu menunjukkan bahwa mereka berasal dari paruh kedua abad 15, tetapi dindinnya dibangun sekitar abad ke-17 dan ke-18.

“Kami tidak memiliki perbandingan apa pun di Belgia. Kami belum pernah melihat struktur seperti dinding yang sengaja dibangun dengan tulang manusia,” lanjutnya.

Para arkeolog percaya bahwa siapa pun yang membuat dinding itu pasti tidak memiliki banyak waktu atau perhatian, karena mereka tidak mengumpulkan tulang kecil atau rapuh seperti tulang belakang, tulang rusuk, atau tulang tangan dan kaki.

De Gryse menyebut bahwa dinding tersebut hanya terdiri dari tulang tungkai bawah. Mereka belum mengetahui apakah tujuan dari penyusunan tulang itu hanya bersifat praktis atau berkaitan dengan dimensi religius dan spiritual.

Untuk saat ini, hasil temuan tulang-tulang telah dikumpulkan dan mendapatkan rumah baru di University of Ghent. Nantinya, hasil ini akan diperiksa lebih lanjut dan lebih detail untuk mengungkap sebanyak mungkin informasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

arkeologi
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top