Korban Corona Terus Bertambah, Hong Kong Perpanjang Penutupan Sekolah

Selama sekolah ditutup, para siswa disarankan untuk melanjutkan pembelajaran secara online dan virtual.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 13 Februari 2020  |  11:10 WIB
Korban Corona Terus Bertambah, Hong Kong Perpanjang Penutupan Sekolah
Petugas menggunakan baju khusus berjaga di luar pintu masuk ke gedung perumahan Hong Mei House di Cheung Hong Estate di distrik Tsing Yi, Hong Kong, China, Selasa (11/2/2020). Pemerintah Hong Kong mengevakuasi warga di sebuah gedung setelah dua pasien di Pusat Perlindungan Kesehatan yang berasal dari tempat tersebut terinfeksi virus corona. Bloomberg - Justin Chin

Bisnis.com, JAKARTA - Hong Kong memperpanjang penutupan sekolah hingga 16 Maret 2020 seiring wabah virus corona yang terus memekan korban.

Dilansir Bloomberg, Kamis (13/2/20202), Sekretaris Pendidikan Hong Kong Kevin Yeung menyampaikan hal itu dalam sebuah briefing. Dia menyebut, pihaknya akan mengumumkan kepastian tanggal untuk membuka kembali sekolah hingga semua persyaratan terpenuhi.

"Kami terus mendengarkan profesional medis," kata Yeung.

Para siswa di Hong Kong tidak pergi ke sekolah sejak liburan Tahun Baru Imlek yang dijadwalkan dimulai pada akhir Januari 2020. Sebelum kembali bersekolah, pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengumumkan bahwa sekolah-sekolah akan tetap tutup setidaknya sampai 2 Maret 2020 sebagai tanggapan terhadap wabah virus mulai menyebar di Provinsi Hubei, China.

Para orang tua telah mengantisipasi perpanjangan penutupan sekolah. Universitas Hong Kong mengatakan awal pekan ini bahwa pihaknya tidak akan membuka aktivitas belajar paling tidak hingga akhir Maret.

Yeung mengatakan, Hong Kong juga kemungkinan akan menunda liburan musim panas untuk menggantikan waktu kelas yang hilang,. Pihaknya akan  mendorong siswa untuk melanjutkan pembelajaran online dan virtual sementara sekolah ditutup.

Sementara itu di Hubei, China, jumlah kasus baru dan korban jiwa akibat wabah ini melonjak ketika otoritas setempat merevisi metode penghitungannya. Jumlah kematian di Hubei naik 242 orang sehingga total korban jiwa di China menjadi 1.355.

Jumlah kasus virus corona yang didiagnosis secara resmi di Provinsi Hubei naik 45 persen. Hal ini terjadi  setelah Pemerintah Provinsi Hubei mulai menambahkan kasus yang dikonfirmasi melalui pemindaian pencitraan, bersamaan dengan yang dikonfirmasi dengan metode sebelumnya dari alat pengujian asam nukleat.

Sebelumnya, banyak pasien dengan gejala seperti pneumonia yang ditemukan melalui CT scan tidak dapat didiagnosis positif tanpa tes asam nukleat tambahan.

Komisi Kesehatan Nasional China melansir, dari 14.840 kasus baru, 13.332 berasal dari kategori baru diagnosis klinis menggunakan CT scan. Jumlah kematian di Hubei naik 242 yang 135 kasus berasal dari metode diagnosis baru. Tidak jelas selama periode waktu berapa kasus dalam kategori baru terdeteksi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Virus Corona

Editor : Rivki Maulana
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top