Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Nasib 660 Teroris Lintas Batas, Pemerintah Siapkan Dua Skema

Pemerintah tengah menyiapkan dua draf terkait masa depan teroris lintas batas atau foreign terrorist fighters asal Indonesia di luar negeri. Skema tersebut dibuat untuk dua kemungkinan yaitu memulangkan atau tidak memulangkan mereka ke Tanah Air.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 04 Februari 2020  |  15:29 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah tengah menyiapkan dua draf terkait masa depan teroris lintas batas atau foreign terrorist fighters asal Indonesia di luar negeri. Skema tersebut dibuat untuk dua kemungkinan yaitu memulangkan atau tidak memulangkan mereka ke Tanah Air.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengatakan dua pertimbangan tersebut disiapkan untuk memutuskan nasib 660 teroris lintas batas itu. Apalagi pemerintah memiliki hak melakukan dua langkah tersebut.

"Akan dipulangkan tentu saja karena mereka warga negara, tidak dipulangkan karena mereka melanggar hukum, haknya bisa dicabut. sekarang sedang dibentuk satu tim yang dipimpin oleh Pak Suhardi Alius [Kepala BNPT] yang isinya itu membuat 2 draf keputusan," kata Mahfud  di Kemenko Polhukam, Selasa (4/2/2020).

Adapun untuk keputusan tidak dipulangkannya foreign terrorist fighters (FTF) tersebut, pemerintah akan menjelaskan berbagai hal mulai dari risiko serta dampak dengan negara terkait keberadaan para teroris tersebut.

Terkait draf keputusan memulangkan ratusan FTF tersebut, pemerintah akan menyertakan alasan, proses deradikalisasi, serta aturan yang diperlukan. Dua draf tersebut nantinya akan diserahkan ke Wakil Presiden Ma'ruf Amin guna mendapat masukan pada April 2020.

Setelah itu, draf akan dibawa ke Presiden untuk didiskusikan secara lebih mendalam dan diputuskan apakah dipulangkan atau tidak. Mahfud menyebut keputusan akan keluar sekitar Mei - Juni mendatang.

"Sampai hari ini masih dalam proses pembahasan di internal pemerintah, karena negara-negara lain pun belum ada yang ingin memulangkan," ujar Mahfud.

Mahfud menyebutkan setidaknya sekitar 660 teroris lintas batas asal Indonesia berada di sejumlah negara. Seluruhnya telah terdata oleh pemerintah termasuk alamat para teroris.

Informasi lain menyebutkan bahwa jumlah FTF asal Indonesia mencapai 1.100 orang, meski belum diketahui tanda pengenalnya. Beberapa di antaranya berada di Suriah, Turki, dan Afganistan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

terorisme
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top