Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

2020, YCAB Foundation Duduki Peringkat 32 NGO Terbaik Di Dunia

Organisasi nirlaba asal Indonesia meraih peningkatan peringkat dalam daftar 100 NGO terbaik di dunia.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 04 Februari 2020  |  13:51 WIB
Aktivitas belajar mengajar di rumah belajar YCAB di Duri Kepa, Jakarta Barat -  istimewa
Aktivitas belajar mengajar di rumah belajar YCAB di Duri Kepa, Jakarta Barat - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA--YCAB Foundation (Yayasan Cinta Anak Bangsa) berhasil menduduki peringkat ke 32 dalam daftar TOP 100 SPO/NGO (social profit organization/nongovernment organisation) di seluruh dunia yang dikeluarkan NGO Advisor pada tanggal 27 Januari 2020 lalu.

YCAB berhasil naik tiga peringkat dari 35 pada tahun 2019 dan menjadi satu-satunya organisasi nirlaba asli dari Indonesia yang masuk dalam daftar ini. Sejak tahun 2013, YCAB telah masuk ke dalam daftar 100 NGO terbaik di dunia yang dirilis oleh NGO Advisor, perusahaan media independen yang berpusat di Jenewa, Swiss.
 
Berdasarkan informasi dari situs NGO Advisor, titik berat pemilihan kategori SPO/NGO terbaik tahun ini adalah pada inovasi, dampak dan tata kelola. Secara resmi tahun ini NGO Advisor pun mengubah penyebutan nama TOP 100 NGO menjadi TOP 100 SPO/NGO.  melihat perkembangan sektor usaha sosial yang semakin marak mempengaruhi transformasi dunia.

NGO Advisor menyatakan bahwa dunia organisasi nirlaba kini lebih relevan bila disebut sebagai ‘Social Profit World.’ Selama sepuluh tahun belakangan NGO telah berubah dari sekadar bisnis amal menjadi aneka ragam aktivitas yang lebih strategis. Organisasi nirlaba banyak yang berkembang menjadi social enterprise sebagai bagian dari usaha strategis untuk menangani krisis pembangunan di seluruh dunia. Informasi lebih lanjut mengenai The Top 100 SPO/NGO 2020 bisa diakses di https://www.ngoadvisor.net/
 
Menurut CEO dan Founder YCAB Foundation Veronica Colondam, sejak berdiri tahun 1999 YCAB percaya bahwa sebagai sebuah organisasi sosial harus bisa menjadi mandiri terlebih dahulu supaya mampu memandirikan para penerima manfaat yang menjadi fokus pemberdayaan, yaitu anak muda dari keluarga prasejahtera.

Selain itu, YCAB terus memantapkan posisi menjadi perusahaan sosial (social enterprise) dengan berinvestasi dalam beberapa usaha sosial lainnya yang tergabung sebagai portfolio company di bawah YCAB Ventures. Strategi shared services dengan unit-unit bisnisnya telah memampukan YCAB untuk mendukung keberlanjutan berbagai program yang memberikan dampak sosial.
 
“Kami sangat bangga dan bersyukur YCAB berhasil masuk dalam jajaran SPO/NGO terbaik di dunia. Kekuatan utama YCAB adalah lincah menjawab tantangan dunia pembangunan. YCAB bukan sekadar organisasi sosial tradisional yang mengandalkan pada donasi dan sponsor. YCAB melalui unit usahanya menciptakan dana bergulir untuk menjalankan misi sosialnya," katanya dalam siaran pers yang diterima oleh Bisnis.com pada Selasa (4/2/2020).

Salah satunya, Veronica menjelaskan adalah kegiatan usaha inklusi finansial yang diintegrasikan dengan akses pendidikan bagi anak muda dari kalangan prasejahtera. Hal ini jadi kunci keunikan YCAB karena pendidikan dinilai yang dapat memotong siklus kemiskinan secara berkesinambungan.

Kemudian, pada kesempatan yang sama Andy F. Noya selaku jurnalis dan penggiat usaha sosial turut menyatakan kebanggaannya. Menurutnya, suatu capaian prestasi yang selain membanggakan Indonesia juga menegaskan bahwa  sebuah NGO dapat memberikan dampak yang besar bagi masyarakat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nirlaba peringkat
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top