Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Amazon Cetak Pendapatan Penjualan Hingga US$87,4 Miliar

Pertumbuhan pendapatan penjualan Amazon mendorong kenaikan laba perusahaan menjadi US$6,47 per saham.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 31 Januari 2020  |  18:33 WIB
Mobil Swakemudi Amazon. - Silicon Valley
Mobil Swakemudi Amazon. - Silicon Valley

Bisnis.com, JAKARTA -Pendapatan penjualan perusahaan e-commerce AS terbesar, Amazon.com Inc. tembus hingga US$87,4 miliar pada kuartal IV/2019 atau tumbuh 21 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini mendorong kenaikan laba perusahaan menjadi US$6,47 per saham. Berdasarkan data yang dikumpulkan Bloomberg, analis memproyeksikan pendapatan penjualan sebesar US$86,2 miliar dan laba sebesar US$4,11 per saham.

Pencapaian ini sesuai dengan ekspektasi Amazon dan mematahkan kekhawatiran tentang dampak membengkaknya biaya layanan pengiriman satu hari yang berlaku selama periode liburan tahun lalu. Isu ini sebelumnya telah menahan laju saham perusahaan, sementara sejumlah saingan yakni Microsoft Corp, Google dan Apple Inc. menunjukkan tren menguat.

CEO Amazon Jeff Bezos mengungkapkan perusahaan memiliki 150 juta pelanggan prime yang membayar biaya bulanan atau tahunan untuk diskon pengiriman dan fasilitas lainnya. Jumlah tersebut naik dari 100 juta sekitar dua tahun lalu. Alhasil, saham perusahaan melonjak 10 persen dalam perdagangan.

Amazon telah menggenjot pengeluaran di beberapa bagian utama bisnisnya. Dalam bisnis e-commerce, perusahaan meluncurkan pengiriman satu hari untuk melawan Walmart Inc. dan rival lainnya.

Selain itu, Bisnis cloud Amazon Web Services (AWS) tengah membangun pusat data baru dan merekrut tenaga ahli sebagai tanggapan atas keuntungan tetap dari Microsoft Corp dan dorongan pelanggan baru dari Google Alphabet Inc. Sementara itu, Amazon terus 'menebar benih' investasi ke pasar luar negeri seperti India dan Brasil.

"Saya terkejut dengan keuntungannya. Saya pikir ceritanya akan menjadi bagaimana investasi dalam pengiriman hari berikutnya mendorong keuntungan turun," kata Tom Forte, analis di DA Davidson & Co, dikutip Bloomberg, Jumat (31/1/2020).

Peningkatan besar pada langganan Amazon Prime menunjukkan perusahaan ini menarik pembeli dari luar negeri karena pasar AS sudah jenuh.

"Ini menunjukkan seberapa besar layanan pengiriman satu hari dalam mempertahankan keterlibatan di pasarnya," kata RJ Hottovy, seorang analis ekuitas di Morningstar Inc.

Dia mengatakan jumlah keanggotaan Prime menunjukkan Amazon melirik pertumbuhan yang kuat secara internasional. Dengan demikian, ada kabar baik bagi investor di hampir setiap bagian bisnis Amazon. Komputasi awan dan penjualan online mengalahkan ekspektasi analis.

Sementara itu, biaya pengiriman melambat dibandingkan kuartal ketiga. Ini merupakan bukti bahwa Amazon berhasil membuat jaringan pengirimannya lebih efisien. Satu-satunya masalah adalah bahan makanan whole foods, seiring dengan pendapatan dari toko fisik yang turun tipis dari tahun lalu.

Sebelum hasil ini keluar, beberapa analis prihatin tentang perlambatan pertumbuhan dan kenaikan biaya di AWS, sumber sekitar dua pertiga dari pendapatan operasional Amazon dalam beberapa tahun terakhir.

Laporan ini meredakan kekhawatiran soal biaya untuk saat ini karena AWS berhasil mencetak pendapatan US$10 miliar pada kuartal keempat, naik 34 persen dari tahun sebelumnya. Sementara itu, pendapatan operasional tumbuh 19 persen menjadi US$2,6 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amazon.com

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top