Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Korupsi Jiwasraya: Ini Respons Jaksa Agung Atas Masukan SBY

Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin berkomentar atas saran yang disampaikan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono mengenai kasus tindak pidana korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Pesan tersebut disampaikan SBY melalui akun facebook-nya.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 31 Januari 2020  |  13:59 WIB
Warga melintas di dekat logo Asuransi Jiwasraya di Jakarta, Kamis (25/12/2019). Bisnis - Himawan L Nugraha
Warga melintas di dekat logo Asuransi Jiwasraya di Jakarta, Kamis (25/12/2019). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin berkomentar atas saran yang disampaikan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono mengenai kasus tindak pidana korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Tujuh masukan disampaikan SBY melalui akun facebook-nya.

Salah satu dari tujuh masukan SBY itu adalah menelusuri aliran dana hasil korupsi PT Asuransi Jiwasraya sebesar Rp13,7 triliun ke Pemilu 2019. Saat itu hanya ada dua pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yaitu Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Burhanuddin menegaskan hingga saat ini penyidik masih belum menemukan fakta adanya aliran dana hasil korupsi PT Asuransi Jiwasraya yang diduga mengalir ke Pemilu 2019. Namun, Burhanuddin mengatakan bahwa semua informasi yang diterima akan tetap dipelajari dan ditelusuri oleh tim penyidik.

"Kalau aliran dana ke arah sana (parpol dan pemilu 2019) masih belum ditemukan ya. Kita lihat nanti, sejauh ini belum ada," tutur Burhanuddin, Jumat (31/1/2020).

Sementara itu, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus Kejagung Febrie Adriansyah mengemukakan bahwa tim penyidik hingga saat ini masih fokus menelusuri aliran dana hasil korupsi dari PT Asuransi Jiwasraya.

Semua bukti transaksi hingga laporan keuangan yang disita oleh tim penyidik dipelajari secara terperinci dan cermat agar tidak ada aliran dana yang terlewatkan.

"Kami punya tanggung jawab untuk membuka itu. Saat ini masih dipelajari oleh JPU secara rinci dan cermat. Nanti kan terlihat," kata Febrie.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jiwasraya
Editor : Saeno
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top