Virus Corona, Jerman Evakuasi Warganya dengan Pesawat Militer dari China

Pemerintah Jerman akan menjadi negara selanjutnya yang mengevakuasi warganya dari Kota Wuhan yang ditutup karena wabah virus Corona.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Januari 2020  |  11:33 WIB
Virus Corona, Jerman Evakuasi Warganya dengan Pesawat Militer dari China
Sejumlah warga memakai masker saat berjalan menuju stasiun bawah tanah kereta subway di Kota Beijing, China, Selasa (21/1/2020). Wabah virus corona seperti Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), yang menyebar di China dan mencapai tiga negara Asia lainnya, disebut-sebut bisa menular dari manusia ke manusia. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Jerman akan menjadi negara selanjutnya yang mengevakuasi warganya dari Kota Wuhan yang ditutup karena wabah virus Corona.

Dikutip dari Reuters, Selasa (28/1/2020), majalah Jerman Der Spiegel melaporkan pada Senin (27/1/2020), angkatan udara Jerman siap memulangkan 90 warga negara Jerman yang terjebak di wilayah tersebut.

Hingga 28 Januari 2020 pukul 1.28 pagi, tercatat 81 kematian di China daratan dan menginfeksi 2.800 orang di seluruh dunia. Mayoritas korban terinfeksi ada di Cina daratan.

Evakuasi Jerman menyusul Prancis, Portugal, Inggris, dan Amerika Serikat yang telah merencakan warga dan staf diplomatiknya.

Der Spiegel mengatakan Jerman dan Cina telah berdiskusi mengenai apakah Berlin dapat mengerahkan pesawat militer untuk melakukan evakuasi, sementara Beijing menginginkan pesawat sipil untuk digunakan sebagai gantinya.

"Tim krisis telah memutuskan bahwa pemerintah pada prinsipnya siap untuk mengevakuasi warga Jerman yang tidak sakit," kata seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Jerman. "Pertanyaan operasional masih harus diselesaikan, termasuk dengan pihak China."

Sumber-sumber militer mengatakan sebuah pesawat angkut militer akan tersedia jika warga Jerman diterbangkan.

Sebelumnya, pada Minggu (26/1/2020), Prancis mengatakan akan mengevakuasi 800 warganya dari Wuhan.

Menteri Kesehatan Prancis Agnes Buzyn menolak metode pemeriksaan suhu penumpang yang terbang dari Cina karena dianggap tidak efektif.

Buzyn mengatakan bahwa setelah penemuan tiga kasus virus Corona di Prancis pada Jumat yang terdiri dari tiga warga negara Cina, tidak ada kasus lebih lanjut yang telah dikonfirmasi.

Dia mengatakan pemindaian memberikan kesan aman, tetapi tidak ada gunanya karena gejala dapat muncul kemudian dan obat aspirin dapat menurunkan suhu tubuh untuk sementara waktu, dikutip dari France24.

Prancis secara resmi menjadi negara Eropa pertama yang terinfeksi virus Corona pada Jumat (24/1/2020), yang telah menginfeksi 2.000 orang lebih dan menewaskan 81 lainnya, yang sebagian besar di Wuhan.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jerman, virus corona

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top