Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menteri Energi Saudi Yakin China Dapat Atasi Penyebaran Virus Corona

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman Al-Saud mengatakan pada hari Senin (27/1/2020) bahwa kerajaan tengah memantau perkembangan di pasar minyak global atas dampak virus corona pada ekonomi China dan global serta pasar minyak.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 27 Januari 2020  |  06:31 WIB
Warga mengenakan masker di stasiun kereta di Beijing, China, Jumat (24/1/2020). - Yomiuri Shimbun via Reuters
Warga mengenakan masker di stasiun kereta di Beijing, China, Jumat (24/1/2020). - Yomiuri Shimbun via Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman Al-Saud mengatakan  bahwa kerajaan tengah memantau perkembangan di pasar minyak global atas dampak virus corona pada ekonomi China dan global serta pasar minyak.

Pangeran Abdulaziz mengatakan dia yakin pemerintah China dan komunitas internasional dapat menahan penyebaran virus dan sepenuhnya memberantasnya.

“Dampak pada pasar global, termasuk minyak dan komoditas lainnya, terutama didorong oleh faktor psikologis dan harapan yang sangat negatif yang diadopsi oleh beberapa pelaku pasar meskipun dampaknya sangat terbatas pada permintaan minyak global," ungkapnya, seperti dikutip Reuters.

Bursa saham AS dan harga minyak mentah telah jatuh tajam pada hari Jumat (24/1) karena investor mencari asset safe haven di tengah kekhawatiran bahwa virus yang menyebar dari China tersebut akan membatasi perjalanan dan mengurangi permintaan.

Harga minyak mentah turun lebih dari 2 persem pada hari Jumat, sementara minyak Brent mencatat penurunan mingguan terbesar dalam lebih dari satu tahun di tengah kekhawatiran bahwa virus akan menyebar lebih jauh di China, konsumen minyak terbesar kedua di dunia, membatasi perjalanan, dan permintaan minyak.

"Pesimisme ekstrem seperti itu muncul kembali pada tahun 2003 selama wabah SARS meskipun tidak menyebabkan penurunan permintaan minyak yang signifikan," kata Pangeran Abdulaziz.

Dia juga mengatakan dia yakin kerajaan dan produsen OPEC+ lainnya memiliki kemampuan dan fleksibilitas untuk menanggapi setiap perkembangan guna menjaga stabilitas pasar minyak jika diperlukan.

Otoritas kesehatan di seluruh dunia berlomba untuk mencegah wabah ini setelah lebih dari 2.000 orang terinfeksi di China dan 56 orang meninggal setelah tertular virus.

Virus corona yang baru diidentifikasi ini telah menimbulkan peringatan karena masih banyak yang tidak diketahui seputar virus tersebut. Virus ini dapat menyebabkan pneumonia, yang dapat  mematikan dalam beberapa kasus. Masih terlalu dini untuk mengetahui seberapa berbahayanya dan betapa mudahnya virus ini menyebar.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

virus corona
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top