Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dewas Bangga Indeks Persepsi Korupsi Naik di Tengah Polemik Pelemahan KPK

Hanya saja, Syamsuddin menyebut peningkatan CPI ini terjadi di tengah upaya pelemahan pemberantasan korupsi. Dia mengakui saat ini tengah terjadi upaya pelemahan KPK.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 23 Januari 2020  |  15:42 WIB
Ketua Dewan Pengawas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean bersama anggota Harjono, Albertina Ho, Artidjo Alkostar dan Syamsuddin Haris membacakan pakta integritas saat serah terima jabatan Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK di gedung KPK, Jakarta, Jumat (20/12/2019). - Antara
Ketua Dewan Pengawas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean bersama anggota Harjono, Albertina Ho, Artidjo Alkostar dan Syamsuddin Haris membacakan pakta integritas saat serah terima jabatan Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK di gedung KPK, Jakarta, Jumat (20/12/2019). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Syamsuddi Haris mengapresiasi peningkatan Indeks Persepsi Korupsi (Corruption Perception Index/CPI) Indonesia pada 2019.

Diketahui, Transparency International Indonesia menyebutkan CPI Indonesia meningkat dua poin dari 38 di 2018 menjadi 40 di 2019.

"Pertama bahwa korupsi di kita. Tentu kita mengapresiasi CPI meningkat skornya meningkat dari 38 menjadi 40," kata Syamsuddin di Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Dia mengatakan hal ini patut diapresiasi lantaran berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, Indeks persepsi korupsi tidak pernah meningkat signifikan.

"Ini patut kita apresiasi sebab sebelum-sebelumnya paling peningkatannya dari 36 ke 37 dari 37 ke 38 pernah juga stagnan," katanya.

Hanya saja, Syamsuddin menyebut peningkatan CPI ini terjadi di tengah upaya pelemahan pemberantasan korupsi. Dia mengakui saat ini tengah terjadi upaya pelemahan KPK.

"Kita dihadapkan oleh upaya pelemahan KPK," katanya.

Sebelumya, Transparency International Indonesia (TII) melaunching indeks persipsi korupsi (IPK) untuk Indonesia 2019. Dalam penilaiannya, TII mengacu pada 13 survei dan penilaian ahli untuk mengukur korupsi sektor publik di 180 negara.

Manajer Riset TII, Wawan Heru Suyatmiko menyatakan, penialaian indeks persepsi korupsi didasarkan pada skor. Menurutnya, skor itu berawal dari 0 yang berarti sangat korup dan 100 sangat bersih.

"IPK Indonesia pada 2019 berada di skor 40 dan berada di peringkat 85 dari 180 negara yang di survei," kata Wawan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK
Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top