Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Airbag Bermasalah, Toyota Tarik 3,4 Juta Unit Produksinya

Toyota Motor Corp. bakal menarik sekitar 3,4 juta unit kendaraan yang diproduksinya dari seluruh dunia. Pasalnya, telah ditemukan cacat elektronik yang bisa menyebabkan airbag tidak mengembang ketika terjadi kecelakaan.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 22 Januari 2020  |  10:57 WIB
Recall kantong udara - Ilustrasi/www.cochranfirmdc.com
Recall kantong udara - Ilustrasi/www.cochranfirmdc.com

Bisnis.com, PEKANBARU—Toyota Motor Corp. bakal menarik sekitar 3,4 juta unit kendaraan yang diproduksinya dari seluruh dunia. Pasalnya, telah ditemukan cacat elektronik yang bisa menyebabkan airbag tidak mengembang ketika terjadi kecelakaan.

Hal tersebut diumumkan oleh produsen otomotif asal Jepang itu pada Selasa (21/2/2020). Adapun, dari total kendaraan yang akan ditarik, sebanyak 2,9 juta unit ada di Amerika Serikat yang terdiri dari tipe Corolla, Matrix, Avalon, dan Avalon Hybrid yang sebelumnya dikait-kaitkan dengan laporan kecelakaan fatal.

Kendaraan-kendaraan tersebut memiliki unit pengendali elektronik yang tidak memiliki perlindungan memadai terhadap gangguan elektrik. Alhasil, ketika terjadi kecelakaan, airbag akan keluar tidak sempurna atau bahkan tidak keluar sama sekali dan pretensioner sabuk pengaman juga tidak bisa mengencang.

Pada April tahun lalu, Administrasi Keamanan Lalu Lintas Nasional AS (NHTSA) mencatat ada potensi sebanyak 12,3 juta unit kendaraan yang memiliki cacat airbag, beberapa di antaranya merupakan produksi Toyota.

“[Dua kecelakaan fatal] itu melibatkan produk Toyota dan diduga penyebabnya itu [airbag tidak keluar],” tulis NHTSA seperti dikutip Reuters, Rabu (22/1/2020, sambil menambahkan bahwa produk Toyota itu jenis Corolla terbaru.

Sepanjang 2010—2019, NHTSA menyebut airbag di lebih dari 12 juta kendaraan telah diinvestigasi, yaitu keluaran Toyota, Fiat Chrysler Automobiles NV, Honda Motor Co., Hyundai Motor Co., Kia Motors Corps. Dan Mitsubishi.

Seluruh produksi otomotif tersebut memiliki airbag yang sebelumnya diproduksi oleh TRW Automotive Holdings Corp. yang sekarang dimiliki ZF Friedrichshafen.

Secara total, NHTSA menyebut sebanyak-banyaknya ada 8 kematian yang dikaitkan dengan isu airbag itu.

Sebelumnya, beberapa produsen otomotif seperti Hyundai, Kia, dan Fiat Chrysler telah lebih dulu menarik lebih dari 2,5 juta unit kendaraan yang memiliki unit pengendali airbag dari TRW yang dikhawatirkan tidak bekerja dengan baik.

Saat menarik hampir 2 juta unit kendaraan karena isu airbag pada 2016, Fiat Chrysler mengatakan pihaknya telah menerima laporan 3 kematian dan 5 orang luka-luka karena saat kecelakaan airbag di produk keluarannya tidak berfungsi.

Sementara produsen otomotif asal Korea Selatan, Hyundai dan Kia, menarik lebih dari 1 juta unit kendaraan karena airbag yang tidak keluar pada 2018 setelah menerima laporan ada 4 kematian dan 6 orang luka-luka akibat kecelakaan di Amerika Utara.

Toyota saat ini masih belum mengumumkan berapa kematian maupun orang luka-luka karena kecelakaan akibat airbag tidak mengembang itu. Adapun, Toyota bakal memberikan pemberitahuan kepada pemilik kendaraan keluarannya bahwa penarikan bakal dilakukan pada pertengahan Maret tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

toyota
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top