Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

China: Belum Ada Jadwal Pembicaraan Kesepakatan Fase Dua

Seorang pejabat yang terlibat dalam perundingan perdagangan Amerika Serikat dan China mengatakan kedua belah pihak belum menetapkan jadwal untuk fase selanjutnya dari negosiasi perdagangan keduanya.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 22 Januari 2020  |  10:10 WIB
Perang dagang AS China - istimewa
Perang dagang AS China - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Seorang pejabat yang terlibat dalam perundingan perdagangan Amerika Serikat dan China mengatakan kedua belah pihak belum menetapkan jadwal untuk fase selanjutnya dari negosiasi perdagangan keduanya.

Fokus untuk saat ini adalah pada implementasi kesepakatan fase-satu,” ungkap wakil kepala Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China Ning Jizhe di sela-sela World Economic Forum di Davos, Selasa (21/1/2020), seperti dikutip Bloomberg.

Presiden AS Donald Trump mengatakan perundingan fase dua akan dimulai "segera setelah" perjanjian fase satu "dimulai." Dia mengatakan akan melakukan perjalanan ke Beijing untuk memulai perundingan, meskipun belum ada tanggal yang diumumkan.

"Saya akan setuju untuk melepas tarif itu jika kita bisa melakukan tahap dua. Dengan kata lain, kami sedang bernegosiasi dengan tariff," kata Trump pekan lalu saat upacara penandatanganan.

Kesepakatan yang ditandatangani oleh Trump dan negosiator perdagangan utama China bulan ini di Washington berkomitmen untuk menindak pencurian teknologi dan rahasia perusahaan AS oleh perusahaan-perusahaan dan entitas-entitas negara, sementara menguraikan pengeluaran belanja sebesar US$200 miliar untuk mencoba menutup defisit neraca dengan AS.

Keraguan segera muncul atas kemungkinan peningkatan pembelian dari AS ke level tersebut, terutama jika melibatkan pengalihan impor dari negara lain.

“Negara-negara Eropa tidak perlu khawatir karena kesepakatan itu tidak akan berdampak pada hubungan perdagangan China dengan negara ketiga dan China masih memiliki banyak ruang untuk mengimpor dari negara lain,” kata Ning.

Wakil Perdana Menteri Han Zheng juga mengambil kesempatan dalam pidato di Davos untuk meyakinkan para pemimpin global bahwa perjanjian itu tidak akan merugikan ekspor negara mereka ke China.

Han mengatakan komitmen negaranya untuk membeli lebih banyak dari AS sejalan dengan kewajiban Organisasi Perdagangan Dunia dan tidak akan memengaruhi impor lainnya. Han juga berjanji untuk menurunkan hambatan bagi investor asing.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china amerika serikat
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top