Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gempa Tektonik Berkekuatan 6,3 Guncang Papua, Belum Ada Laporan Kerusakan

BMKG menyebutkan sejauh ini belum ada laporan tentang kerusakan akibat gempa berkekuatan 6,3 yang terjadi di Jayapura, Papua.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 Januari 2020  |  01:55 WIB
Ilustrasi - ANTARA/Harianto)
Ilustrasi - ANTARA/Harianto)

Bisnis.com, JAKARTA - BMKG menyebutkan sejauh ini belum ada laporan tentang kerusakan akibat gempa berkekuatan 6,3 yang terjadi di Jayapura, Papua.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa dengan magnitudo 6,3 yang kemudian dimutakhirkan menjadi 6,1 terjadi di wilayah Jayapura, Papua, Sabtu (18/1) pukul 23.38 WIB atau Minggu dini hari waktu setempat.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan gempa bumi tersebut,” ujar Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam pernyataan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Minggu (19/1/2020).

Rahmat meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan kabar-kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

BMKG juga menginstruksikan masyarakat untuk menghindari lereng tanah atau batuan yang berpotensi longsor.

Selain itu, jangan berada di bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Warga mesti memastikan bangunan mereka tetap dalam kondisi baik setelah diguncang gempa.

“Sebelum kembali ke rumah, periksa dan pastikan tidak ada kerusakan yang dapat membahayakan kestabilan bangunan akibat getaran gempa,” tutur Rahmat.

Gempa tektonik dengan magnitudo 6,1 terjadi di wilayah Jayapura pada Sabtu (18/1) pada pukul 23.38 WIB. Sebelum datanya dimutakhirkan, gempa disebut bermagnitudo 6,3.

Lokasi gempa berpusat di darat, 108 kilometer arah barat Kota Jayapura dengan kedalaman 53 kilometer.

BMKG menegaskan bahwa gempa bumi tersebut berjenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal. Hasil analisa mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi bermekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Dampak guncangan sangat terasa di Sentani dengan kekuatan IV Modified Mercalli Intensity (MMI) atau setara dengan getaran yang dapat dirasakan orang banyak pada siang hari di dalam rumah.

Lalu di Jayapura dan Sarmi kekuatan gempa mencapai III-IV MMI, Yahukimo dan Keerom III MMI dan Wamena II-III MMI.

Hasil pemantauan BMKG pada Minggu (19/1) dini hari pukul 00.17 WIB, terjadi gempa bumi susulan (after shock) dengan magnitudo 4,4.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gempa

Sumber : Antara/BMKG

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top