Kasus Asabari Ditangani Polri, Mahfud MD : Kejaksaan dan KPK Tidak Boleh

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengatakan bahwa dugaan korupsi di PT Asabri (Persero) ditangani oleh Polri. Dia menyebut KPK dan Kejaksaan tidak menangani kasus itu.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 17 Januari 2020  |  06:59 WIB
Kasus Asabari Ditangani Polri, Mahfud MD : Kejaksaan dan KPK Tidak Boleh
Menteri BUMN Erick Thohir dan Menko Polhukam Mahfud MD seusai pertemuan membahas kondisi keuangan Asabri, Kamis (16/1/2020). - Bisnis/Annisa S. Rini

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengatakan bahwa dugaan korupsi di PT Asabri (Persero) ditangani oleh Polri. Dia menyebut KPK dan Kejaksaan tidak menangani kasus itu.

Dalam peraturan yang berlaku, ujar Mahfud, sebuah kasus korupsi yang telah ditangani oleh satu instansi penegakan hukum, maka tidak boleh ditangani oleh unsur penegak hukum lainnya.

“Kan sudah ada Undang-undang. Sesuatu kasus korupsi yang telah ditangani oleh KPK tidak boleh ditangani oleh Kepolisian dan Kejaksaan. Yang ditangani oleh Polisi nggak boleh ditangani oleh Kejaksaan, dan KPK,” katanya di Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (16/1/2020) malam.

Menurutnya, apabila kasus korupsi ditangani oleh lebih dari satu instansi maka akan membuat penanganan masalah menjadi saling berbenturan.

Apalagi, kata dia, kasus ini sedang dalam pemeriksaan Polri. Polisi menurutnya juga harus merasa bertanggung jawab secara moral untuk menyelesaikan kasus dugaan korupsi di asuransi plat merah tersebut.

“Karena dari 940.000 - 980.000 prajurit, 600.000 itu dari Polri. Sehingga Polri juga merasa harus melindungi prajuritnya,” terangnya.

Mahfud mengajak masyarakat menunggu hasil pemeriksaan pihak kepolisian. Dia bahkan mengaku sudah memiliki angka kerugian atau kejelasan terkait dugaan korupsi di tubuh asuransi plat merah itu.

“Saya sudah punya angka, tapi saya tahu kasusnya sehingga saya akan mengawasi sebagai Menko [Polhukam],” terangnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mahfud md, asabri

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top