Semburan Abu dan Lava Gunung Taal, Sekitar 40.000 Warga Filipina Mengungsi

Pihak berwenang Filipina masih berupaya untuk menjauhkan para pengungsi dari gunung berapi Taal.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 16 Januari 2020  |  00:35 WIB
Semburan Abu dan Lava Gunung Taal, Sekitar 40.000 Warga Filipina Mengungsi
Gunung berapi Taal yang erupsi terlihat saat matahari terbit di Tagaytay City, Filipina, 14 Januari 2020. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA — Pihak berwenang Filipina masih berupaya untuk menjauhkan para pengungsi dari gunung berapi Taal serta menjaga ribuan pengungsi agar tidak kembali ke rumahnya di zona yang dianggap terancam bahaya.

Sedikitnya sekitar 40.000 orang mengungsi di tempat penampungan sejak gunung berapi melepaskan semburan abu dan semburan lava yang menjulang tinggi pada hari Minggu lalu.

Dikutip dari The Star Online, Rabu (15/1/2020), kepolisian Filipina menetapkan zona larangan bepergian dan evakuasi wajib di kota-kota berisiko di sekitar Taal, yang berjarak sekitar 65 km (40 mil) sebelah selatan Manila.

Namun, beberapa hari kemudian penduduk setempat kehilangan kesabaran dan menuntut akses, bahkan ketika badan seismologis negara itu memperingatkan gunung berapi itu dapat mengeluarkan letusan yang lebih kuat kapan saja.

Salah seorang warga, Melvin Casilao mengatakan dia dan tetangganya di kota Talisay perlu memberi makan ternak mereka, menghilangkan abu tebal dari atap mereka dan menarik perahu mereka dari air.

Mereka tinggal di tepi danau luas yang mengelilingi gunung Taal, yang merupakan objek wisata populer meskipun kendati salah satu gunung berapi paling aktif di negara Filipina.

“Kami ingin mengunjungi rumah-rumah kami dan membersihkan atap. Mereka disiram abu tebal dan bisa runtuh,” kata Casilao seperti dikutip AFP.

Petugas telah dikerahkan di pos pemeriksaan di beberapa daerah, termasuk Talisay. Perwira polisi Sarah Jane Saballa mengatakan hal tersebut demi menjaga keselamatan penduduk.

Masyarakat di sekitar Taal banyak yang buru-buru keluar dari rumah dan menyelamatkan diri dengan hanya bermodalkan dengan pakaian di badan saat gubung tersebut memuntahkan abu dan lava.

Dalam 24 jam terakhir, aktivitas gunung berapi tersebut telah mulai berkurang dan jumlah muntahan abu juga semakin sedikit sehingga membuat para pengungsi ingin kembali ke rumahnya.

Namun, seismologis telah menyatakan bahwa serangkaian gempa bumi masih berpeluang terjadi yang mengindikasikan magma masih bergerak dan Taal tetap sangat berbahaya.

Di beberapa daerah, orang dimungkinkan untuk kembali ke rumahnya untuk waktu yang singkat, meskipun ada risiko. “Ini karena penduduk meminta kami mengizinkan mereka memberi makan hewan peliharaan mereka,” kata Gerry Malipon, kepala polisi kota San Nicolas. “Tapi setelah mereka memberi mereka makan, mereka harus pergi sesegera mungkin.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
filipina

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top