Rudal Iran Hantam Pesawat Ukraina, PM Trudeau : Korban Mestinya Masih Hidup

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyebutkan 57 warganya yang menggunakan pesawat Ukraina mestinya masih hidup. Tapi, peningkatan ketegangan di kawasan membuat situasi menjadi lain.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 14 Januari 2020  |  14:27 WIB
Rudal Iran Hantam Pesawat Ukraina, PM Trudeau : Korban Mestinya Masih Hidup
Puing-puing pesawat milik Ukraine International Airlines, yang jatuh setelah lepas landas dari bandara Iran Imam Khomeini, terlihat di pinggiran Teheran, Iran 8 Januari 2020. - Nazanin Tabatabaee / WANA (Kantor Berita Asia Barat) via REUTERS

Bisnis.com, OTTAWA - Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyebutkan 57 warganya yang menggunakan pesawat Ukraina mestinya masih hidup. Tapi, peningkatan ketegangan di kawasan membuat situasi menjadi lain. Pesawat Ukraina yang membawa 176 penumpang termasuk 57 warga Kanada tertembak jatuh oleh rudal Iran di Irak.

Hal itu dikatakan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Senin (13/1), berdasar salinan wawancara dengan Global News TV.

Pembunuhan jenderal Iran Qassem Soleimani oleh pesawat nirawak Amerika Serikat di Baghdad pada 3 Januari mendorong Iran pada 8 Januari melancarkan serangan rudal ke pangkalan-pangkalan Irak, yang ditempati oleh pasukan AS.

Serangan rudal Iran itu berlangsung beberapa jam sebelum pesawat jet Ukraina jatuh ditembak. Seluruh 176 orang di dalam pesawat tersebut, termasuk 57 warga Kanada, tewas.

"Menurut saya, kalau ketegangan tidak muncul, kalau tidak ada peningkatan (ketegangan) baru-baru ini di kawasan tersebut, para warga Kanada itu sekarang masih bisa berkumpul dengan keluarga mereka," kata Trudeau dalam wawancara tersebut.

Trudeau mengatakan Kanada tidak mendapat peringatan sebelum Amerika Serikat membunuh Soleimani. Ia mengatakan dirinya "tentu saja" ingin tahu jika ada peringatan.

"AS menentukan sendiri. Kita berupaya bekerja sama sebagai masyarakat internasional pada masalah-masalah besar. Tapi terkadang negara-negara mengambil tindakan tanpa mengabari sekutu-sekutunya," kata Trudeau.

Trudeau mengatakan pemerintahnya sedang bekerja secepat mungkin guna dapat membawa jenazah para warga Kanada ke tanah air untuk dimakamkan. Namun, ujarnya, proses pemulangan itu kemungkinan akan membutuhkan waktu beberapa pekan atau "bahkan beberapa bulan."

Kanada pada Senin mengatakan Iran sudah memberikan isyarat bahwa para penyelidik Kanada akan menjalankan peranan aktif dalam investigasi kecelakaan tersebut.

Iran mengatakan pada akhir pekan bahwa kecelakaan itu disebabkan oleh sebuah peluru kendali yang ditembakkan dalam sebuah "kesalahan yang sangat fatal."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
iran, kanada, ukraina

Sumber : Antara

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top